BEIJING, Radio Bharata Online - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin dalam jumpa pers hari Senin kemarin (17/4) mengatakan, bertolak dari tujuan politiknya, Jepang telah berusaha keras untuk menutupi keputusan salahnya membuang air limbah nuklir ke laut, namun upayanya tersebut bakal sia-sia belaka.
Diberitakan, Pertemuan Menteri G7 tentang Iklim, Energi dan Lingkungan dalam sebuah pernyataannya hari Minggu lalu (16/4) tidak mendukung rencana Jepang untuk membuang air limbah nuklir ke laut. Akan tetapi, seorang wakil Jepang dalam jumpa pers malah menyatakan bahwa rencana pembuangan air limbah ke laut bakal mendapat sambutan. Menanggapi perkataan wakil Jepang tersebut, Menteri Lingkungan Jerman Steffi Lemke menyatakan bahwa pihaknya menghormati upaya yang dilakukan Jepang pasca peristiwa kebocoran nuklir Fukushima, namun tidak mendukung langkah pembuangan air limbah nuklir ke laut.
Wang Wenbin menunjukkan, selama beberapa waktu yang lalu, bertolak dari tujuan politiknya, Jepang tidak pernah mengindahkan kekhawatiran rasional masyarakat internasional terhadap keamanan, namun malah berusaha menutupi bahaya pembuangan air limbah nuklir ke laut dengan memperkuat PR internasional, dan mencoba membujuk negara lain untuk mendukung rencananya, akan tetapi, tindakannya itu pasti akan sia-sia belaka. Tiongkok memperhatikan bahwa masyarakat internasional telah secara fokus menyatakan keprihatinan dan pertentangan keras mereka terhadap rencana pembuangan air limbah nuklir ke laut. Masyarakat dalam negeri Jepang juga berkali-kali menggelar unjuk rasa untuk memprotes rencana tersebut. Adalah sangat tidak terpuji tindakan pemerintah Jepang yang secara sepihak mengambil keputusan untuk membuang air limbah nuklir ke laut, karena telah menghadapkan seluruh dunia pada risiko laten yang sangat berbahaya.
sumber : CRI