Naqu, Radio Bharata Online - Para ilmuwan telah mengamati perkembangan sehat dari seekor kijang Tibet berusia satu bulan, spesies yang terancam punah hingga tahun 2021, setelah mengabadikan kelahirannya dengan kamera.

Bayi antelop tersebut lahir pada tanggal 19 Juni tahun ini di Kota Naqu, Daerah Otonomi Xizang, barat daya Tiongkok. Kelahirannya diabadikan dengan peralatan perekam yang disiapkan oleh tim ekspedisi ilmiah dari Institut Zoologi Provinsi Shaanxi dan biro kehutanan dan padang rumput setempat.

Dalam rekaman tersebut, induk kijang menjilati anaknya yang baru lahir hingga lendir di tubuh anak kijang tersebut mengering. Anak kijang yang baru lahir kemudian meringkuk di dekat induknya.

Menurut ahli zoologi Wu Xiaomin, anak kijang itu sehat dan dirawat dengan baik oleh induknya.

"Bayi antelop itu bisa berjalan sekitar 10 menit setelah lahir. Meskipun pada awalnya goyah, ia mulai berjalan perlahan setelah sekitar setengah jam. Ia tumbuh dengan cepat dalam dua sampai tiga hari dan bisa berlari sangat cepat," ungkap Wu.

"(Satu bulan setelah lahir), bayi kijang telah menjadi sangat besar, dengan warna bulu yang sesuai dengan lingkungannya seperti kamuflase. Jika dikejar burung nasar di udara atau serigala di tanah, ia kadang berlari dan kadang bersembunyi dalam posisi tengkurap. Ketika kijang berusia sekitar 30 hari, ia dapat berlari lebih cepat dari serigala. Dengan kaki yang panjang, ia dapat terus berlari dan pada dasarnya melarikan diri dari predator," jelas Wu.

Antelop atau Kijang Tibet, spesies yang berada di bawah perlindungan nasional kelas satu di Tiongkok, sebagian besar ditemukan di Daerah Otonomi Xizang, Provinsi Qinghai, dan Daerah Otonomi Xinjiang Uygur. Puncak musim beranak biasanya jatuh pada pertengahan Juli.