BEIJING, Radio Bharata Online - Langkah yang telah lama ditunggu-tunggu untuk mengizinkan kendaraan Hong Kong memasuki daratan Tiongkok, secara resmi diumumkan pada hari Senin.
Mulai dari tengah malam pada 1 Juli 2023, yang merupakan hari peringatan kembalinya Hong Kong ke Tiongkok, pemilik kendaraan Hong Kong yang memenuhi syarat dapat berkendara di jalan raya di Provinsi Guangdong, Tiongkok Selatan, melalui jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macao (HZMB), tanpa harus melalui pemeriksaan tambahan. Pendaftaran pengendara akan dimulai pada 1 Juni 2023.
Jembatan Hong Kong–Zhuhai–Makau (HZMB) adalah sistem jembatan-terowongan sepanjang 55 kilometer, yang terdiri dari rangkaian tiga jembatan kabel , terowongan bawah laut , dan empat pulau buatan. Ini adalah jembatan penyeberangan laut terpanjang di dunia.
Sekitar 450.000 pemilik kendaraan di Hong Kong diperkirakan akan mendapatkan keuntungan dari kebijakan ini.
Para pengamat mengatakan, bahwa pengumuman kebijakan ini merupakan salah satu inisiatif penting dari pemerintah pusat Tiongkok, untuk mendukung pembangunan Hong Kong dan mempromosikan pembangunan Greater Bay Area Guangdong-Hong Kong-Macao.
Li Xiaobing, seorang ahli urusan Hong Kong dari Universitas Nankai, kepada Global Times pada hari Senin mengatakan, penerapan kebijakan ini memperkaya praktik prinsip Satu Negara Dua Sistem, dan mencerminkan transformasi historis, dari pemisahan, menjadi integrasi dalam kehidupan nyata.
Kepala Eksekutif Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR) John Lee Ka-chiu, melalui akun Facebooknya pada hari Senin, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dan provinsi Guangdong, atas dukungan kuat mereka dalam implementasi langkah-langkah baru. Lee menekankan bahwa HKSAR dan pemerintah provinsi Guangdong akan bekerja sama secara erat, dan memantau implementasi untuk mengoptimalkan proses aplikasi di lapangan.
Global Times melaporkan, kebijakan bebas jaminan, juga akan diterapkan untuk pengemudi yang memenuhi syarat di Hong Kong, dengan mengandalkan platform digital pemerintah yang terintegrasi dengan pusat data besar.
Otoritas Guangdong akan bertanggung jawab atas penerapannya, mewujudkan pembagian data di antara keamanan publik, bea cukai, kontrol perbatasan, pelabuhan, dan departemen lain, sehingga memungkinkan pengemudi untuk mendaftar secara online tanpa meninggalkan Hong Kong. (GLobal Times)