Pergelaran China-ASEAN Expo ke-19, yang berlangsung pada 16 hingga 19 September di Nanning, ibu kota Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, Tiongkok selatan, sukses menarik total 1.653 perusahaan untuk ikut serta dalam acara luring (offline) di gelaran tersebut.

Pada saat yang sama, pameran daring (online) dalam ajang tersebut berhasil menarik partisipasi lebih dari 2.000 perusahaan.

Selama pameran tersebut, lebih dari 80 aktivitas investasi dan promosi perdagangan serta 21 forum tingkat tinggi akan digelar secara online maupun offline untuk memperdalam kerja sama antara Tiongkok dan ASEAN di bidang ekonomi, perdagangan, dan bidang-bidang lainnya.

Pameran ini mengusung tema "Berbagi Peluang Baru RCEP, Membangun Area Perdagangan Bebas Tiongkok-ASEAN Versi 3.0" (Sharing RCEP New Opportunities, Building a Version 3.0 China-ASEAN Free Trade Area).

Kepala Biro Pengembangan Perdagangan di Kementerian Perdagangan Tiongkok, Wu Zhengping menjelaskan kegiatan ini mengonsolidasikan berbagai platform dialog tingkat tinggi, menyempurnakan platform-platform kerja sama profesional, serta mendorong kerja sama multibidang guna memberikan kontribusi baru terhadap pembangunan komunitas Tiongkok-ASEAN yang lebih erat dengan masa depan bersama

Sejak China-ASEAN Expo edisi pertama digelar pada 2004, ajang ini secara aktif membangun platform bagi perusahaan-perusahaan ASEAN untuk masuk ke pasar Tiongkok.

Dalam kesempatan ini, Asisten Menteri Perdagangan Tiongkok, Li Fei menambahkan Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar ASEAN selama 13 tahun berturut-turut.

Data resmi menunjukkan bahwa selama delapan bulan pertama tahun ini, perdagangan antara Tiongkok dan ASEAN naik 14 persen secara tahunan (year on year).

Pewarta: Xinhua