NEW YORK, Radio Bharata Online - Anggota Dewan Negara sekaligus Menteri Luar Negeri (Menlu) Tiongkok, Wang Yi mengatakan Tiongkok menjunjung tinggi tujuan dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan peran inti yang dimainkan oleh PBB dalam urusan internasional.

Dalam pertemuannya dengan Presiden Sidang Majelis Umum PBB (United Nations General Assembly atau UNGA) ke-77 Csaba Korosi, akhir pekan lalu, Wang mengatakan bahwa PBB merupakan mekanisme inti sekaligus platform terpenting untuk melindungi multilateralisme, seraya menambahkan bahwa Tiongkok adalah negara pertama yang menandatangani Piagam PBB dan selalu mendukung praktik multilateralisme sejati.

"Kami dengan tegas mendukung peran penting UNGA dalam mengatasi sejumlah tantangan global, serta pekerjaan presiden UNGA," kata Wang, dikutip dari Xinhua.

Seraya menyatakan bahwa dunia saat ini tidak dalam kondisi damai, Wang menuturkan bahwa Presiden Tiongkok, Xi Jinping mengajukan Inisiatif Keamanan Global, dan menganjurkan sebuah konsep keamanan bersama yang komprehensif, kooperatif, dan berkelanjutan, yang menawarkan solusi Tiongkok untuk mengimbangi defisit perdamaian dan mengatasi dilema keamanan.

Tiongkok juga mengajukan Inisiatif Pembangunan Global (Global Development Initiative atau GDI), yang mewakili kontribusi negara tersebut untuk fokus pada isu-isu pembangunan dan mempercepat realisasi Agenda 2030 PBB untuk Pembangunan Berkelanjutan, dan menerima respons positif dan dukungan dari masyarakat internasional, urai Wang.

Pihak Tiongkok siap memperkuat sinergi dengan PBB, mengerahkan lebih banyak sumber daya, dan membentuk kekuatan gabungan yang lebih besar, imbuh Wang.

Sementara itu, Korosi mengatakan bahwa Tiongkok adalah pendukung kuat multilateralisme sekaligus mitra penting bagi PBB, dan memainkan peran utama dalam urusan UNGA.

Dia menyatakan apresiasinya bahwa Tiongkok memberikan dukungan yang konsisten kepada presiden UNGA dalam menjalankan tugasnya, dan akan terus meningkatkan kerja sama dengan Tiongkok guna bersama-sama mengatasi tantangan global.

Seraya menyatakan bahwa sejumlah inisiatif penting yang diusulkan oleh Xi memberikan visi dan solusi bagi pembangunan konsensus yang lebih besar dan langkah-langkah efektif untuk mengatasi tantangan saat ini, Korosi berharap dapat memperkuat koordinasi dengan Tiongkok dalam menangani perubahan iklim dan perlindungan sumber daya air, serta mengimplementasikan agenda pembangunan yang berkelanjutan.

Wang mengatakan bahwa pembangunan yang berkelanjutan merupakan tujuan bersama umat manusia.

Wang juga menyampaikan bahwa beberapa hari yang lalu, Tiongkok telah menyelenggarakan pertemuan tingkat menteri Kelompok Sahabat (Group of Friends) GDI, dan mengumumkan bahwa kelompok itu akan mengambil tujuh langkah lagi untuk mengimplementasikan GDI.

Tiongkok juga memberikan produk data pembangunan berkelanjutan global kepada PBB, kata Wang, seraya mengatakan bahwa pihak Tiongkok siap menjaga komunikasi dengan Kantor Kepresidenan UNGA terkait pembangunan ramah lingkungan dan perlindungan sumber daya air global, serta mendukung kesuksesan penyelenggaraan sesi ke-27 Konferensi Para Pihak (COP27) dalam Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim PBB (United Nations Framework Convention on Climate Change/UNFCCC).