BEIJING, Radio Bharata Online - Hari Minggu 28 Mei 2023 menjadi tonggak sejarah dalam industri penerbangan Tiongkok. Pesawat penumpang C919 yang dikembangkan sendiri oleh negara ini, menyelesaikan penerbangan komersial perdananya dari Shanghai ke Beijing, menunjukkan bahwa Tiongkok siap bersaing dengan pemain global seperti Boeing.
Pesawat C919 yang dikembangkan oleh Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC), merupakan bukti penting dari memampuan Tiongkok dalam inovasi mandiri di industri manufaktur kelas atas.
Penerbangan perdana C919 berangkat pada pukul 10:32 pagi dari Bandara Internasional Hongqiao Shanghai, dan mendarat di Bandara internasional Beijing Capital pada pukul 12:31 siang. Kedatangan pesawat ini disambut dengan upacara khusus.
Penerbangan dengan kode MU9191 rute Shanghai ke Beijing, dioperasikan oleh China Eastern Airlines, dan mengangkut sekitar 130 penumpang.
Baik kelas bisnis maupun ekonomi pada C919, menggunakan kursi kabin generasi baru, yang semuanya dirancang dan diproduksi di dalam negeri. Diantaranya, delapan kursi kelas bisnis menggunakan struktur rangka berbahan alumunium alloy, dengan desain dudukan dan sandaran yang bisa mencapai 120 derajat. Jarak antara kursi depan dan belakang lebih dari 1 meter.
Proyek C919 diluncurkan pada tahun 2007, dan menyelesaikan penerbangan uji coba pertamanya pada tahun 2017.
Dengan jumlah kursi antara 158 hingga 168, dan jangkauan penerbangan 4.000 hingga 5.000 kilometer, C919 dirancang untuk memiliki tingkat spesifikasi yang sama dengan Airbus A320, dan Boeing 737 yang populer.
Maskapai China Eastern Airlines juga berencana mengoperasikan pesawat C919 antara Shanghai dan Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan, Tiongkok Barat Daya, sebelum menerbangi lebih banyak rute. (Global Times)