Shenzhen, Radio Bharata Online - Shenzhen di Provinsi Guangdong, Tiongkok Selatan mengalami lonjakan penjualan apartemen baru yang signifikan selama liburan Hari Nasional yang berakhir pada hari Senin (7/10), berkat kebijakan real estat baru yang dikeluarkan pemerintah kota sebelum liburan tersebut.

Dengan serangkaian langkah stimulus untuk melonggarkan pembatasan pembelian rumah dan mengoptimalkan hipotek, Shenzhen telah menjual lebih dari 1.800 unit apartemen baru dalam tujuh hari dari tanggal 1 hingga 7 Oktober 2024, naik 6,6 kali lipat dari tahun ke tahun.

Di sebuah agen real estat di Shenzhen, para agen bekerja lembur untuk menangani peningkatan klien selama liburan tujuh hari, dan pemesanan masih terus menumpuk, kata Wang Qibo, sang Manajer.

Wang mengatakan kebijakan baru tersebut mengurangi rasio uang muka dan pajak, sehingga perumahan baru menjadi lebih terjangkau bagi pelanggan.

"Biasanya apartemen berukuran 80 hingga 90 meter persegi dihargai sekitar 11 juta yuan (sekitar 24,4 miliar rupiah) sebelum penyesuaian kebijakan, dan rasio uang muka adalah 20 persen, yaitu sekitar 2,2 juta yuan (sekitar 4,88 miliar rupiah). Setelah kebijakan baru, rasio uang muka diturunkan menjadi 15 persen, yaitu 1,6 juta yuan (sekitar 3,5 miliar rupiah)," kata Wang.

Tren serupa terlihat di Beijing, dengan penjualan rumah baru dan bekas melonjak selama liburan. Data dari agen real estat menunjukkan bahwa 15.000 unit apartemen baru terjual di kota itu selama liburan, menandai lonjakan 200 persen dari periode yang sama tahun lalu.