BEIJING, Radio Bharata Online - Rancangan amandemen Undang-Undang Anti Pencucian Uang, mengusulkan dibentuknya badan pengawas, dan perbaikan sistem regulasi keuangan.

Draft tersebut diserahkan untuk tinjauan awal kepada Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional ke-14, badan legislatif tertinggi Tiongkok, pada hari Selasa.

Pan Gongsheng, gubernur Bank Rakyat Tiongkok, mengatakan bahwa beberapa masalah telah muncul dalam upaya anti pencucian uang dalam beberapa tahun terakhir. Masalah anti pencucian uang itu muncul ditengah kurangnya mekanisme koordinasi yang lancar untuk pengawasan, dan tingkat berbagi informasi yang rendah.

Ada juga kebutuhan untuk memperkuat pemantauan dan pengendalian terhadap risiko pencucian uang yang muncul dan memerangi korupsi, perjudian lintas batas, perbankan bawah tanah, dan kegiatan ilegal lainnya. Demikian kata kepala bank sentral, kepada Komite Tetap.

Rancangan tersebut mengklarifikasi, bahwa anti pencucian uang mengacu pada tindakan yang diambil, untuk mencegah dan mengekang kegiatan yang menyamarkan, atau menyembunyikan asal-usul dan sifat hasil kejahatan serta manfaatnya, serta kegiatan kriminal terkait, termasuk tindakan melawan pendanaan terorisme.

Draft Amandemen Undang-undang ini, nantinya juga menugaskan bank sentral untuk bertanggung jawab atas pengawasan dan pengelolaan anti pencucian uang nasional.  Hal ini juga mengklarifikasi bahwa Bank Rakyat Tiongkok,  dapat mengambil tindakan pengawasan dan inspeksi, serta melakukan investigasi.  Untuk itu diperlukan perbaikan mekanisme pembagian informasi antar departemen, dan pembentukan sistem pengelolaan dan penggunaan informasi kepemilikan.

Rancangan tersebut menyatakan bahwa tanggung jawab utama lembaga keuangan, mencakup membangun dan menerapkan sistem pengendalian anti pencucian uang internal, melakukan uji tuntas terhadap pelanggan untuk memahami identitas mereka, latar belakang transaksi dan status risiko, memelihara informasi identitas pelanggan dan catatan transaksi, dan menerapkan sistem pelaporan untuk transaksi besar atau mencurigakan. (china.org)