BEIJING, Radio Bharata Online - Pada musim semi, kota Heze di Provinsi Shandong, Tiongkok Timur menyibukkan diri dengan bunga peony yang bermekaran.
Peony dianggap sebagai bunga nasional Tiongkok, dan mekarnya yang megah dianggap sebagai simbol berkah dan kemakmuran.
Berkat iklimnya yang mendukung, Heze di Provinsi Shandong Tiongkok Timur, memiliki sejarah panjang dalam menanam bunga peony, sehingga dikenal sebagai Kampung Halaman Bunga Peony. Pada akhir April, suhu di Heze biasanya mencapai hampir 30 C. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah ini telah mengubah keunggulan geografis dan budaya ini, menjadi bentuk pengembangan baru.
Selama tur inspeksi ke Shandong pada tahun 2013, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengunjungi basis industri peony Heze. Ia terkesan dengan nilai tambah dari peony yang dikembangkan oleh kota tersebut.
Budidaya peony di Heze dimulai pada masa Dinasti Sui (581-618), dan berkembang pesat pada masa Dinasti Tang (618-907), dan mencapai puncaknya pada masa Dinasti Ming (1368-1644). Pada masa Dinasti Qing (1644-1911), Heze telah menjadi pusat budidaya peony di Tiongkok, dengan sejarah lebih dari 1.500 tahun.
Saat ini, peony Heze memiliki 9 seri warna, 10 jenis bunga, dan 1.280 varietas. Jumlah varietas yang baru dibudidayakan mencapai 80 persen dari total varietas yang ada di Tiongkok, sehingga memberikan nilai hias yang tak tertandingi bagi peony dari kota Heze. (Global Times)