BEIJING, Radio Bharata Online - Dengan kemudahan langkah-langkah pengendalian COVID-19, serta mengingat ketahanan dan potensi ekonominya, para analis yakin ekonomi Tiongkok akan kembali bangkit pada tahun depan, dan terus menjadi kekuatan pendorong ekonomi global yang andal dan penting pada 2023.

Lawrence Loh, Direktur Pusat Tata Kelola dan Keberlanjutan di National University of Singapore Business School kepada China Media Group mengatakan, terlepas dari hambatan ekonomi makro global dan dampak pandemi, kinerja ekonomi Tiongkok pada tahun 2022 sangatlah terpuji.

Harapan baik tersebut semakin diperkuat, dengan Konferensi Kerja Ekonomi Pusat tahunan di Beijing, yang berakhir pada Jumat lalu, dengan ditetapkannya prinsip-prinsip pembangunan ekonomi tahun depan, termasuk memperluas permintaan domestik, mempercepat pembangunan sistem industri modern, konsolidasi sektor publik dan mendukung bisnis swasta, menarik lebih banyak investasi asing, serta mencegah risiko ekonomi dan keuangan utama.

Loh mengatakan, pertemuan tersebut telah menunjukkan arah pembangunan ekonomi tahun depan dan seterusnya.  Pada saat yang sama, membahas isu-isu yang sangat spesifik, seperti memperluas permintaan domestik dan mementingkan inovasi teknologi. Dia meng-analogikan seperti akupunktur, menemukan titik yang tepat dan menerapkan kekuatan yang tepat untuk mencapai efek yang diinginkan.

Dengan sistem medis yang diperkuat, varian baru semakin jinak, dan 90 persen populasi dipersenjatai dengan vaksin, Tiongkok baru-baru ini mengumumkan langkah-langkah baru untuk mengoptimalkan langkah-langkah pengendalian epidemi.

Baru-baru ini, laporan dari beberapa bank global menunjukkan bahwa ekonomi Tiongkok akan memiliki kinerja yang baik pada tahun 2023. Dua perusahaan Jasa Keuangan Multinasional, Morgan Stanley dan Societe Generale, memperkirakan pertumbuhan keseluruhan ekonomi Tiongkok sebesar lima persen pada tahun 2023.  Optimisme mereka dibangun di atas berbagai tanda dan indikator positif.

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional Kristalina Georgieva mengatakan, Tiongkok memiliki ruang fiskal untuk meningkatkan ekonominya dan melawan tekanan ke bawah.  (CGTN)