Radio Bharata Online - Qatar adalah negara terkecil yang pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA, dan juga mungkin yang paling gersang di antara negara tuan rumah sebelumnya.
Diperkirakan 1,2 juta penggemar sepak bola, yang setara dengan hampir setengah dari populasi Qatar, berkerumun di negara di mana bensin lebih murah daripada air. Pasokan air di sana nampaknya sedang mengalami kesulitan.
Melalui fasilitas penyimpanan air raksasa yang sebagian dibangun oleh perusahaan Tiongkok, akhirnya dapat mengatasi masalah ini dengan baik.
Fasilitas ini terdiri dari 15 tangki penyimpanan air besar dengan kapasitas masing-masing sekitar 500.000 meter kubik dan jika penuh air – mampu menyediakan semua kebutuhan air harian untuk 2 juta orang selama tujuh hari.
“Adapun dua tanki penyimpanan air itu dibangun oleh Grup Gezhouba Energy China dari provinsi Hubei” kata Zhang Lei, seorang desainer di grup tersebut.
Dengan konstruksi yang telah dimulai pada tahun 2015, proyek tersebut diluncurkan untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan air minum negara Arab dan menyediakan air bersih untuk Piala Dunia FIFA 2022.
Meliputi area seluas 45.750 meter persegi, kira-kira seukuran tujuh lapangan sepak bola, masing-masing tangki tingginya sekitar 11,3 meter.
Saat tiba di Doha pada tahun 2017 untuk proyek tersebut, Zhang segera menyadari kelangkaan air di negara tersebut.
"Ketika saya pertama kali tiba di Doha, saya merasa itu adalah kota yang meletus di padang pasir yang luas. Kota itu memiliki pusat kota yang ramai tetapi hanya dengan pasir dan batu, pinggirannya tampak sunyi," kenangnya.
Ada ember air besar di pintu setiap apartemen darurat mereka di luar pusat kota Doha. Setiap pagi, para pekerja akan mengisi ember dengan air yang diangkut truk dari jarak puluhan kilometer, katanya.
Zhang mengatakan dia dan rekan-rekannya harus mengatasi banyak tantangan untuk menjamin proyek besar itu selesai tepat waktu, mengingat perbedaan standar konstruksi antara Qatar dan Tiongkok.
Pada pasar konstruksi di Timur Tengah terkenal dengan standarnya yang tinggi dan peraturan yang ketat. Desain proyek melibatkan banyak subsektor yang berbeda di bidang konstruksi seperti teknik sipil, struktur, jaringan pipa dan dekorasi.
Sebagai desainer, Zhang dan rekan-rekannya tidak hanya harus mempelajari norma dan standar lokal secara menyeluruh, tetapi juga harus mengoordinasikan desain untuk subsektor yang berbeda ini.
Dia mengatakan mereka telah melalui konsultasi yang tak terhitung jumlahnya untuk memastikan desain mereka memenuhi standar Qatar.
Zhao Heng, kepala tim desain mengatakan timnya harus bekerja sangat efisien untuk memastikan bahwa pekerjaan desain memenuhi kebutuhan konstruksi tepat waktu.
Pekerja konstruksi bekerja dua shift sepanjang waktu.
"Desainer harus mengikuti proses konstruksi dengan cermat untuk menyediakan cetak biru dan layanan terkait. Cukup sering, kami harus melalui proses mendesain, menyerahkan cetak biru, dan meninjau semuanya dalam satu minggu," katanya.
Berkat usaha mereka, dua tank besar itu selesai pada Juli 2019 dan mulai beroperasi pada Februari dan Juli 2020. (CHINA DAILY)