Beijing, Radio Bharata Online - Toko buku fisik di Tiongkok semakin kreatif dengan penawaran mereka untuk menarik minat pembaca yang tertarik dengan pengalaman dan aktivitas yang terinspirasi oleh budaya.
Pada bulan Mei tahun ini, tahap kedua dari toko buku yang telah berusia 25 tahun, Beijing Book Building, secara resmi dibuka untuk bisnis di ibu kota Tiongkok.
Dengan luas 2.900 meter persegi, gedung baru itu memiliki area pameran khusus. Kini, kegiatan ramah keluarga dapat digelar di tempat tersebut untuk memberikan gambaran sekilas tentang peradaban Sanxingdui yang hilang, yang disebut-sebut sebagai salah satu temuan arkeologi terbesar di dunia pada abad ke-20.
Dengan biaya 188 yuan (sekitar 400 ribu rupiah), orang tua dan anak dapat mengikuti tur yang mendalam dan dipandu tentang budaya Sanxingdui yang misterius yang awalnya ditemukan pada akhir 1920-an di Provinsi Sichuan, barat daya Tiongkok.
Sejauh ini, program itu telah menjadi hit, terutama di antara mereka yang ingin menghabiskan waktu berkualitas bersama sebagai sebuah keluarga.
"Saya telah mempelajari bagaimana rumah-rumah kuno dibangun dan seperti apa peralatan perunggu kuno itu. Saya ingin ikut serta dalam lebih banyak kegiatan seperti ini di masa depan," kata seorang pengunjung cilik.
"Ada banyak kegiatan yang dikemas dalam tur ini, dan interaksi antara pemandu dan anak-anak sangat baik," kata orang tua bermarga Wang.
Menurut operatornya, toko buku ini telah menyambut pelanggan yang terus bertambah sejak peluncuran tahap kedua, dengan penjualan buku naik lebih dari 70 persen dari tahun lalu.
Di tempat lain di Beijing, Toko Buku Luolan yang baru saja dibuka telah mendapatkan popularitas karena penawarannya yang unik. Bertempat di sebuah bangunan dengan arsitektur bergaya tradisional Tiongkok, toko ini mengkhususkan diri pada buku-buku tentang psikologi, filsafat, sastra, dan seni.
Selain menawarkan tempat bagi orang-orang untuk membaca dan bersantai, toko ini juga secara rutin mengadakan acara seperti pertemuan klub buku dan kelas merangkai bunga.
"Menurut saya, tempat ini telah menggabungkan gaya arsitektur tradisional. Aroma dari balok kayu menciptakan rasa tenang. Saya bisa menikmati teh dan berkomunikasi dengan orang-orang yang berpikiran sama di sini," kata seorang pelanggan bermarga Chang.
Data terbaru menunjukkan bahwa ada 15 toko buku fisik baru yang dibuka di Beijing sepanjang tahun ini, dengan banyak yang mengikuti model bisnis yang mencakup kafe di tempat, acara langsung, dan kegiatan lain untuk membantu menangkis persaingan dari penjual buku online.