Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning hari Kamis kemarin (4/5) dalam jumpa pers menyatakan bahwa belakangan ini, Amerika Serikat (AS) bersikeras mempertahankan hegemoninya, menggeneralisasi konsep keamanan nasional, menyalahgunakan tindakan pengontrolan ekspor, dan membatasi ekspor terhadap Tiongkok. Penindasan teknologi yang egois ini merugikan kestabilan pasokan industri dan rantai pasokan global, tidak bermanfaat bagi perkembangan ekonomi dunia, dan akan merugikan dirinya sendiri pada akhirnya.
Dilaporkan, baru-baru ini, Presiden merangkap CEO Asosiasi Industri Semikonduktor AS John Neuffer menyatakan bahwa Tiongkok merupakan pasar terbesar bagi semikonduktor AS, meskipun pemerintah AS mempunyai kekhawatiran apa yang disebut “keamanan nasional”, tapi perusahaan semikonduktor AS tidak bisa absen di pasar Tiongkok.
“Faktanya adalah Tiongkok adalah pasar semikonduktor terbesar di dunia, secara keras mendorong pemisahan dengan Tiongkok dan dengan sengaja mengganggu ketertiban pasar tidak sesuai dengan kepentingan pihak mana pun. Yang ditindas dan digencet oleh pihak AS tidak hanya Tiongkok, tetapi juga merampas hak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perkembangan normal negara-negara berkembang yang luas, dengan demikian negara-negara ini akan selalu ditekan di ujung bawah rantai industri. Tindakan penggencetan teknologi yang egois ini tidak adil, tidak sesuai dengan peraturan, merugikan kestabilan rantai pasokan dan rantai industri global, tidak bermanfaat bago perkembangan ekonomi dunia, dan pasti akan merugikan dirinya sendiri pada akhirnya,” tutur Mao Ning.

Pewarta : CRI