Beijing, Radio Bharata Online – Bertempat di CHengdu, Ibukota Provinsi Sichuan Tiongkok Barat Daya, Tiongkok menerbitkan buku sistem peringatan dini gempa skala besar pertama pada hari Kamis.  Penerbitan buku tersebut dilakukan sehari sebelum peringatan 15 tahun bencana gempa bumi Wenchuan, serta Hari Pencegahan dan Pengurangan Bencana ke-15, untuk meningkatkan kesadaran publik dari pencegahan bencana.

Buku ini adalah yang pertama dari jenisnya, yang secara sistematis memperkenalkan teknologi, kebijakan, peraturan, layanan, dan efek praktis peringatan dini gempa bumi Tiongkok.

Menurut siaran pers Institute of Chengdu yang dikirim ke Global Times pada hari Kamis, buku ini memperkenalkan proses pengembangan teknologi dan aplikasi peringatan dini, serta sejarah inovasi teknologi, layanan dan mode dari penelitian ke aplikasi, yang mencerminkan pencapaian praktis di lapangan.

Tiongkok adalah salah satu negara yang mengalami bencana alam terparah, dan kerusakan akibat gempa bumi yang signifikan.  Gempa berkekuatan 8,0 yang melanda Wenchuan di Sichuan pada 2008, menewaskan lebih dari 69.000 orang dan menyebabkan hampir 18.000 orang hilang.

Wang Tun, direktur Institut of Chengdu dan penulis utama buku tersebut mengatakan, setelah gempa Wenchuan, indikator waktu respons dan keandalan, serta skala layanan penerapan peringatan gempa, telah mengalami peningkatan, dan bahkan memimpin dunia. Tiongkok telah banyak belajar dari pengalaman gempa hebat, yang layak untuk dipelajari lebih lanjut.

Menurut institut tersebut, ketika gempa berkekuatan 7,0 mengguncang Ya'an di Sichuan pada 20 April 2013, sistem jaringan peringatan dini mengirimkan peringatan 28 detik lebih awal ke Chengdu, dan lima detik sebelumnya ke daerah perkotaan utama Ya'an. Selama dekade terakhir, teknologi dan mitigasi kegempaan terus ditingkatkan. Lembaga ini telah berhasil mengirimkan peringatan dini terhadap 76 kali gempa bumi yang merusak.

Buku tersebut mencatat, bahwa pemerintah dan otoritas gempa bumi nasional terkait, telah banyak melakukan penelitian dan pengembangan teknologi peringatan dini, serta pembangunan jaringan pemantauan, dan layanan peringatan dini.  Selain itu buku ini juga menjelaskan kebijakan dan peraturan, serta pendidikan publik di lapangan, untuk mempromosikan sistem peringatan dini gempa. (Global Times)