Presiden Tiongkok Xi Jinping baru-baru ini memberikan instruksi penting atas penanggulangan bencana banjir yang menimpa kota Chongqing dan sejumlah daerah lainnya. Xi Jinping dalam instruksinya mengatakan, baru-baru ini, ketinggian air di beberapa sungai melebihi batas peringatan dan mengalami luapan air sehingga telah mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor yang menjatuhkan korban tewas dan cedera dalam jumlah besar. Xi Jinping menegaskan, saat ini seluruh negeri akan segera memasuki periode krusial penanggulangan banjir, yang berarti daerah aliran tujuh sungai dan kali terbesar di Tiongkok akan secara umum memasuki musim banjir, terutama di daerah aliran sungai-sungai Yangtze, Huaihe dan Danau Taihu serta daerah aliran sungai Songhuajiang dan Liaohe yang memiliki risiko rawan terjadinya bencana banjir. Markas Besar Pengendalian Banjir dan Bantuan Kekeringan Tiongkok, Kementerian Manajemen Darurat Tiongkok beserta Kementerian Sumber Daya Air Tiongkok diminta untuk meningkatkan koordinasi antar sektor, mengintensifkan pemantauan dan peringatan dini, serta secara akurat membimbing daerah rawan utama untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir dan genangan dalam kota, terutama sungai-sungai kecil dan skala menengah serta waduk kecil dan skala menengah agar terbebas dari segala risiko laten.

Xi Jinping meminta pemerintah daerah berbagai tingkat untuk secara menyeluruh menunaikan tanggung jawabnya dalam penanggulangan bencana banjir. Para pemimpin berbagai tingkat diminta untuk bertugas di pos tanggap darurat, turun langsung ke lokasi untuk memberikan arahan, selalu mempertahankan prinsip untuk memprioritaskan rakyat dan jiwa rakyat, serta dengan setia melaksanakan tugasnya menjamin keamanan daerah yang menjadi tanggung jawabnya. Terakhir, Xi Jinping meminta para pemimpin daerah untuk benar-benar menempatkan keselamatan rakyat dan keamanan harta benda di posisi utama, dan berusaha semaksimal untuk meringankan kerugian yang akan terjadi.

Pewarta : CRI