Nanning, Radio Bharata Online - Gelombang pertama dari 5.000 embrio kerbau yang diimpor dari Pakistan tiba di Nanning, Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, Tiongkok selatan, pada hari Sabtu (8/6) lalu.
Pihak bea cukai di Nanning menyelesaikan prosedur perizinan pada hari yang sama, dan embrio-embrio tersebut diangkut ke perusahaan-perusahaan terkait untuk dikembangbiakkan dan diproduksi guna meningkatkan kualitas sapi perah.
Ini menandai pertama kalinya dalam 67 tahun sejarah pengembangbiakan industri sapi perah di Tiongkok, embrio kerbau berkualitas tinggi diimpor dari luar negeri.
Untuk memenuhi persyaratan keselamatan dan keamanan dalam impor embrio kerbau dari Pakistan, Tiongkok dan Pakistan telah bekerja sama untuk menetapkan protokol yang diperlukan. Penandatanganan "Memorandum tentang Pembangunan Zona Bebas Penyakit Mulut dan Kuku" dan "Perjanjian tentang Karantina dan Kondisi Kesehatan untuk Impor Embrio Kerbau dari Pakistan" menunjukkan komitmen kedua negara untuk memfasilitasi pertukaran sumber daya genetik yang signifikan ini.
Berdasarkan evaluasi di lapangan yang dilakukan oleh para ahli dari Administrasi Umum Bea Cukai dan Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan, Tiongkok mengizinkan impor embrio kerbau yang diproduksi di zona bebas penyakit mulut dan kuku di Pakistan. Langkah ini memastikan impor sumber daya genetik yang aman sekaligus melayani industri pembiakan dalam negeri secara efektif.