BEIJING, Bharata Online - Pada tanggal 12 Januari lalu, Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, Xi Jinping, menyampaikan pidato penting dalam Sidang Pleno ke-5 Komisi Pusat Inspeksi Disiplin ke-20 PKT.
Xi Jinping mengatakan, revolusi diri Partai harus berfokus pada pemerintahan, dengan mengunci kekuasaan dalam sangkar sistem. Ini adalah tugas penting dalam mengelola dan medisiplinkan Partai di era baru, dan selanjutnya harus meningkatkan transparansi urusan Partai dan urusan pemerintahan, agar kekuasaan berjalan di bawah sinar matahari.
Dikatakan, kekuasaan adalah pedang bermata dua, dimana esensi korupsi adalah penyalahgunaan kekuasaan.
Untuk memenangkan perjuangan besar anti korupsi, yang mutlak tidak boleh kalah, menurut Presiden Xi, penggunaan kekuasaan harus diatur dengan berfokus pada pemerintahan.
Sekjen Xi Jinping mengatakan, tanpa sistem yang sempurna, kekuasaan tidak akan terkunci dalam sangkar sistem, maka fenomena korupsi pun tidak akan terkendali.
Menurutnya, mengunci kekuasaan dalam sangkar sistem, bertujuan untuk menetapkan, mengatur, membatasi, dan mengawasi kekuasaan secara hokum.
Presiden Xi Jinping menggunakan kiasan "sangkar" untuk sistem, menekankan pembatasan kekuasaan dalam sangkar sistem, terutama terhadap penyalahgunaan kekuasaan.
Sementara frasa “Sinar matahari”, adalah pengawet yang terbaik dan kunci dari pemerintahan.
Mengenai hal ini, dalam pidatonya kali ini Xi Jinping kembali menekankan dengan menggunakan kiasan sinar matahari.
Sebagai pengaturan sistem penting dalam pengawasan dan pembatasan kekuasaan, akuntabilitas adalah kondisi dasar, dalam pembangunan pemerintah yang bertanggung jawab di zaman modern.
Sejarah dan realita pengelolaan dan pemerintahan Partai berulang kali menjelaskan, bahwa tanpa akuntabilitas, tanggung jawab akan gagal. Xi menegaskan, seribu mobilisasi, tidak sebanding dengan sebuah akuntabilitas.
Pada tahun pembukaan "Repelita ke-15," Xi Jinping dengan jelas menyampaikan tekad teguh revolusi diri, anti korupsi, dan pemberantasan kejahatan.
Xi menuntut untuk mengunci kekuasaan dalam sangkar system, dengan cara yang lebih ilmiah dan efektif, serta mendorong perjuangan anti korupsi, dengan teguh dan kesadaran penuh, memberikan jaminan yang kuat, untuk mencapai target dan tugas periode 'Repelita ke-15'". (CGTN Indonesia)