BEIJING, Radio Bharata Online - Para pejabat negara-negara Eropa Tengah dan Timur (Central and Eastern European Countries - CEEC), memuji kerja sama yang saling menguntungkan antara CEEC dan Tiongkok, menyatakan kesediaan mereka untuk lebih mengeksplorasi peluang, dan mengupayakan pembangunan bersama.
Pernyataan tersebut mereka sampaikan pada hari Kamis dalam pertemuan kedelapan Dewan Bisnis Tiongkok dan CEEC yang diadakan di Ningbo, provinsi Zhejiang.
Negara-negara CEE adalah negara-negara anggota Uni Eropa, yang merupakan bagian dari bekas blok Timur, diantaranya meliputi Bulgaria, Republik Ceko, Estonia, Hongaria, Lituania, Latvia, Polandia, Rumania, Slovenia, dan Slovakia.
Sinisa Berjan, Duta Besar Bosnia Herzegovina untuk Tiongkok, mengatakan bahwa pertemuan tersebut melambangkan kemitraan yang kuat dan berkembang antara Tiongkok dan CEEC.
Investasi Tiongkok di negara-negara CEEC, selama dekade terakhir, telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan infrastruktur, kemajuan teknologi, dan penciptaan lapangan kerja, sementara investasi CEEC di Tiongkok juga telah membawa perspektif dan inovasi yang unik.
Sinisa menyerukan Tiongkok dan CEEC untuk terus bekerja sama, memanfaatkan kekuatan dan peluang kolektif untuk mendorong kerja sama perdagangan dan investasi.
Sashko Nasev, duta besar Makedonia Utara untuk Tiongkok, mengatakan kemitraan bilateral yang kuat ini memiliki potensi yang sangat besar.
Dia mengatakan perdagangan antara kedua belah pihak, telah menunjukkan peningkatan yang patut dipuji, mendorong saling ketergantungan ekonomi, dan menciptakan situasi yang saling menguntungkan bagi kedua negara.
Nilai total perdagangan bilateral antara Tiongkok dan CEEC pada tahun 2023 meningkat sebesar 2,8 persen dibandingkan tahun lalu.
Meningkatnya hubungan perdagangan, ekonomi dan investasi antara kedua belah pihak, menggarisbawahi potensi kolaborasi yang saling menguntungkan. (CGTN)