Presiden Korea Selatan Yoon Seok-Youl baru-baru ini menyampaikan keprihatinan atas kegagalan Tiongkok mengenakan sanksi terhadap Korea Utara yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. Seputar hal tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning dalam jumpa pers rutin kemarin Kamis (4/5) menunjukkan bahwa berbagai pihak diharapkan dapat mengenal dengan jelas duduk perkara masalah Semenanjung Korea dan mengantisipasinya dengan tepat.

“Masalah Semenanjung Korea adalah masalah politik dan keamanan, duduk perkaranya adalah tidak terwujudnya peralihan dari mekanisme gencatan senjata ke mekanisme perdamaian, sehingga pihak-pihak terkait tidak dapat menyelesaikan secara seimbang keprihatinan rasional masing-masing, lebih-lebih pihak Amerika Serikat masih belum menanggapi keprihatinan keamanan rasional Korea Utara. Berbagai pihak diharapkan dapat mengenal dengan jelas duduk perkara masalah Semenanjung Korea dan mengantisipasinya dengan tepat. Pihak Tiongkok senantiasa dengan sungguh-sungguh menunaikan kewajiban internasional yang harus dipikulnya, sementara itu resolusi Dewan Keamanan mencakup bukan hanya pasal terkait sanksi saja, tapi juga pasal-pasal reversibel yang mendukung dialog, bantuan kemanusiaan, penangguhan sanksi dan lain-lain. Resolusi Dewan Keamanan harus dipahami dan dilaksanakan secara menyeluruh dan akurat,” demikian kata Mao Ning dalam jumpa pers kemarin.

Pewarta : CRI