BEIJING, Bharata Online - Tiongkok dan Prancis telah menjalin hubungan diplomatik selama lebih dari 60 tahun, dengan kerja sama antariksa yang telah berlangsung selama 48 tahun. Kemitraan ini berawal dari tahun 1977, ketika delegasi teknologi kedirgantaraan Tiongkok mengunjungi lembaga-lembaga penelitian kedirgantaraan Prancis, menandai dimulainya kolaborasi jangka panjang di bidang tersebut.

Sejak kedua pemerintah menandatangani perjanjian kerja sama pada tahun 1997, Tiongkok dan Prancis telah mempercepat kolaborasi dalam observasi bumi, eksplorasi antariksa dalam, pengembangan satelit, eksplorasi bulan, dan penerbangan antariksa berawak, yang semuanya mencapai hasil positif.

Selama kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Tiongkok pada tahun 2023, Tiongkok menghadiahkan Prancis 1,5 gram sampel ilmiah bulan yang dikumpulkan oleh misi Chang'e-5. Sampel-sampel ini kemudian dialokasikan ke lebih dari selusin tim peneliti Prancis untuk studi ilmiah yang terperinci.

Dalam konferensi pers bersama setelah pertemuannya dengan Presiden Macron pada hari Kamis, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengatakan, Tiongkok dan Prancis sepakat untuk fokus pada empat bidang utama, termasuk mengonsolidasikan kerja sama di bidang-bidang tradisional seperti penerbangan, antariksa, dan energi nuklir, serta memperluas kolaborasi di sektor-sektor yang sedang berkembang termasuk ekonomi hijau, ekonomi digital, biomedis, dan kecerdasan buatan. (CGTN)