SHENZHEN, Bharata Online - Otoritas bea cukai di seluruh Tiongkok sibuk menangani kedatangan barang-barang dari Afrika pada 1 Mei, karena perluasan bersejarah perlakuan tarif nol Tiongkok mulai diberlakukan. Sebanyak 53 negara Afrika yang memiliki hubungan diplomatik dengan Tiongkok, kini mendapat manfaat dari akses bebas tariff, ke pasar terbesar dunia tersebut.
Pada Jumat dini hari, sebanyak 24 ton apel Afrika Selatan menjadi batch pertama impor yang masuk di bawah inisiatif penting ini, yang menghapus bea masuk 10% sebelumnya.
Pengiriman tersebut, yang dengan cepat diproses oleh petugas bea cukai Shenzhen di Tiongkok selatan, ditujukan untuk supermarket dan pasar grosir di seluruh negeri.
Luo Shengcong, manajer umum Shenzhen Kin Shing Yip International Agent Co., Ltd., mengatakan, bahwa pengiriman barang ini akan menghasilkan penghematan tarif sekitar 20.000 yuan (sekitar 50,1 juta rupiah).
Untuk diketahui, Tiongkok telah menghapus tarif pada 100% lini tariff, untuk 33 negara kurang berkembang di Afrika pada 1 Desember 2024. Sementara kebijakan tarif nol yang baru, akan mencakup negara-negara yang relatif lebih makmur seperti Kenya, Mesir, dan Nigeria.
Dalam sebuah peryataan, Kementerian perdagangan Tiongkok mengatakan bahwa langkah ini memberikan keunggulan kompetitif bagi produk-produk Afrika, seperti kakao dari Pantai Gading dan Ghana, kopi dan alpukat dari Kenya, serta buah jeruk dan anggur dari Afrika Selatan, yang sebelumnya dikenakan bea masuk antara 8% dan 30%. (Sumber: Kantor Berita Xinhua)