BEIJING, Radio Bharata Online - Tepat setelah patroli strategis udara bersama Tiongkok-Rusia selama dua hari di kawasan Asia-Pasifik, yang mencetak rekor dalam jumlah pesawat tempur terbanyak, Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) pada hari Kamis meluncurkan apa yang tampaknya merupakan latihan berskala besar di sekitar pulau Taiwan.
Menurut para pengamat, patroli dan latihan tersebut berfungsi sebagai pencegahan terhadap meningkatnya ketegangan, setelah provokasi AS di wilayah tersebut.
Siaran pers yang dikeluarkan oleh otoritas pertahanan di pulau itu menyebutkan, sekitar 37 pesawat PLA, termasuk jet tempur J-11 dan J-16, pesawat pengebom H-6, pesawat tanker YU-20, dan pesawat peringatan dini yang tidak teridentifikasi, secara berurutan terlihat di atas perairan di sebelah barat daya pulau Taiwan pada hari Kamis pagi. Beberapa di antaranya memasuki Pasifik Barat melalui Selat Bashi di sisi timur pulau itu.
Jumlah ini jauh di atas rata-rata harian untuk patroli dan latihan rutin PLA di sekitar pulau Taiwan.
Secara keseluruhan, 22 pesawat Tiongkok dan Rusia, berpartisipasi dalam patroli gabungan hari Rabu, yang merupakan jumlah yang tidak biasa.
Patroli strategis udara gabungan Tiongkok-Rusia itu, dilakukan sesuai dengan hukum dan praktik internasional, dan tidak menargetkan negara tertentu.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin, dalam sebuah siaran pers pada hari Kamis mengatakan, patroli gabungan dilakukan dalam dua fase berdasarkan jadwal kerja sama tahunan, fase pertama di Laut Jepang dan Laut Tiongkok Timur pada hari Selasa, dan fase kedua di Pasifik Barat pada hari Rabu.
Ini adalah pertama kalinya patroli bersama dibagi menjadi dua fase, dan diperpanjang menjadi dua hari sejak misi semacam itu dimulai pada tahun 2019.
Pakar militer Tiongkok yang tidak disebutkan namanya, kepada Global Times pada hari Kamis mengatakan, patroli udara strategis gabungan Tiongkok-Rusia, dan latihan PLA berskala besar di sekitar pulau Taiwan, dapat mencegah pihak mana pun yang berniat membuat masalah. Patroli dan latihan itu, juga berkontribusi pada pengamanan perdamaian dan stabilitas di kawasan. (Global Times)