JAKARTA, Radio Bharata Online - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi kontribusi Tiongkok terhadap perekonomian global, khususnya Indonesia. Tak hanya itu, Luhut juga mengapresiasi bantuan Tiongkok untuk Indonesia dalam mengatasi pandemi COVID-19.

Pernyataan ini diungkapkan Luhut saat memberikan sambutan dalam acara Perayaan 73 Tahun Berdirinya Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang dilakukan secara daring, Rabu (28/9/2022).

Menurut Luhut, dalam lima tahun terakhir Tiongkok menjelma menjadi negara terbesar kedua di dunia dalam bidang ekonomi digital. Kerja sama Indonesia-Tiongkok juga terlihat dari besarnya investasi Tiongkok ke Indonesia.

Sebagai gambaran, pada 2021 investasi Tiongkok di Indonesia mencapai 3,2 miliar yuan dan membuat Tiongkok menjadi investor terbesar ketiga di Indonesia. Pada triwulan pertama tahun 2022, total investasi Tiongkok meningkat 40 persen.

"Tiongkok sebagai salah satu investor utama di Indonesia juga menunjukkan komitmennya untuk mengikuti arus investasi Indonesia yang mencakup transfer teknologi, pendekatan ramah lingkungan, serta model business to business," jelas Luhut.

Baru-baru ini, Tiongkok dan Indonesia juga memperbarui MoU tentang Jointly Promoting Cooperation in the Framework on the Silk Road Economic Belt and 21st Century Maritime Silk Road Initiative (BRI) dan Global Maritime Fulcrum (GMF). Kedua negara juga mengumumkan akan melakukan kerja sama yang mendalam dan berkualitas melalui sinergi pada BRI dan GMF.

Di bidang kesehatan, Tiongkok menjadi salah satu pendukung bagi mitigasi COVID-19 di Indonesia. Diantaranya melalui kerja sama dalam hal pengobatan, vaksin, serta pembangunan pusat riset herbal di Danau Toba, Sumatera.

Baru-baru ini, Indonesia bekerja sama dengan BGI Group dari Tiongkok dan memulai proyek genomik pertamanya, Biomedical and Genomic Science Initiative (BGSi) selama pandemik COVID-19.

"Vaksin Sinovac dan Sinopharm juga kini banyak digunakan di Indonesia. Kolaborasi vaksin dengan Cansiona Biotechnologies dalam vektor Adenovirus juga akan memperkaya platform bioteknologi yang ada di Indonesia," kata Luhut,

"Transfer teknologi untuk mRNA dari Abogen Walvax juga akan selesai akhir September ini. Oktober nanti, melalui etana Biotechnologies, Indonesia bisa mulai memproduksi vaksin mRNA sendiri dan ini merupakan yang pertama di Asia Tenggara,” tambahnya.

Luhut juga melihat Tiongkok sebagai salah satu negara yang mendukung Indonesia di level global. Tiongkok mendukung penuh Indonesia menjadi tuan rumah KTT G20 Bali dan akan meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan Indonesia untuk menyukseskan KTT secara penuh.

"Kami sangat berharap kehadiran Presiden Tiongkok Xi Jinping di pertemuan G20 untuk lebih banyak kerja sama yang bermanfaat bagi kedua negara,” ucap Luhut.

Editor: Thomas Rizal