BEIJING, Radio Bharata Online - Tiongkok merilis kumpulan gambar pertama yang diambil oleh wahana surya komprehensif pertamanya, pada konferensi pers di National Space Science Center pada hari Selasa (13/12).

 

Wahana Antariksa Berbasis Pengamatan Matahari, yang dijuluki Kuafu-1, telah beroperasi di orbit setinggi 720 kilometer diatas Bumi, menghadap langsung ke matahari sejak diluncurkan pada bulan Oktober lalu.

 

Gambar-gambar yang dikumpulkan tersebut ditangkap oleh tiga kamera canggih yang berbeda, dalam dua bulan terakhir. Perangkat canggih itu adalah MagnetoGraph, Teleskop Surya Lyman-alpha, dan Hard X-ray Imager.

 

Magnetograph bertugas mengamati medan magnet matahari.  Ini pertama kalinya Tiongkok melakukan pengamatan seperti itu dari luar angkasa.

Hard X-Ray Imager bertugas menangkap pencitraan sinar-X tegas matahari, merupakan satu-satunya imager di dunia, yang memberikan citra sinar-X yang tegas dari sudut Bumi.

Teleskop Surya Lyman-Alpha, yang terdiri dari tiga peralatan, juga menangkap gambar piringan penuh matahari, yang belum pernah dipotret sebelumnya.

Wahana Pengamatan Matahari dengan masa pakai yang diproyeksikan tidak kurang dari empat tahun ini, dirancang untuk mengumpulkan dan mengirimkan kembali sekitar 500 gigabyte data dalam sehari, yang setara dengan puluhan ribu gambar resolusi tinggi.

Gan Weiqun, ilmuwan utama satelit dari Observatorium Gunung Ungu di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok mengatakan, ini adalah teleskop satelit dekat-Bumi pertama di dunia, yang secara bersamaan memantau semburan matahari, lontaran massa korona, dan medan magnet matahari.

Selama beroperasi di orbitnya, tiga stasiun bumi di kota Sanya, Kashgar dan Beijing yang berjauhan satu sama lain, menerima data dari luar angkasa, sebelum mengirimkannya dalam bentuk paket selama empat tahun kedepan, ke komputer berkekuatan 2.048 inti untuk decoding. (CGTN)