Juru bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok Tan Kefei di depan jumpa pers hari Selasa kemarin (16/5) menanggapi komentar Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat (CJCS) Mark Milley tentang hubungan Tiongkok-Rusia, Tan Kefei menekankan, apabila ada orang yang dengan pandangannya sendiri menilai orang lain, kemudian menggunakan mentalitas perang dingin menilai hubungan Tiongkok-Rusia, maka ia tidak akan mendapat penilaian yang tepat.

Tan Kefei menyatakan, di bawah pimpinan strategis pemimpin kedua negara Tiongkok-Rusia, kedua negara telah menemukan cara bergaul yang memiliki rasa saling percaya strategis antar negara besar dan saling bersahabat antara tetangga, serta telah menjadi teladan bagi hubungan internasional tipe baru. Hubungan Tiongkok-Rusia berdiri di atas dasar non blok, tidak berlawanan dan tidak tertuju pada pihak ketiga, memiliki nilai yang bebas merdeka. Tiongkok dan Rusia mengembangkan kemitraan koordinasi strategis komprehensif di era baru, serta memperdalam pertukaran dan kerja sama antara dua tentara, hal ini tidak hanya sesuai dengan kepentingan fundamental rakyat kedua negara, namun juga bermanfaat untuk membela kesetaraan dan keadilan internasional, serta memelihara keamanan dan kestabilan dunia maupun kawasan. Apabila ada orang yang dengan pandangannya sendiri menilai orang lain, kemudian menggunakan mentalitas perang dingin yang sempit dan usang, dengan cemas memandang Tiongkok dan menilai hubungan Tiongkok-Rusia, maka baik prasyarat maupun argumennya semua salah, sudah pasti tidak akan mendapat penilaian yang tepat.

Selama ini, pihak AS terus meningkatkan koneksi militernya dengan pihak otoritas Partai Progresif Demokratik (DPP). Mengenai hal tersebut, Tan Kefei menyatakan, tindakan ini telah menggoyahkan dasar hubungan Tiongkok-AS serta merusak perdamaian dan kestabilan Selat Taiwan, adalah tindakan yang sangat keliru dan berbahaya. Tiongkok menyatakan kekecewaan keras dan pertentangan tegasnya, serta telah mengajukan teguran serius kepada pihak AS.

Tan Kefei mengatakan, “Kami memberitahu pihak AS untuk bersungguh-sungguh menaati Prinsip Satu Tiongkok dan peraturan Tiga Komunike Bersama Tiongkok-AS, bersungguh-sungguh melaksanakan komitmennya untuk tidak mendukung ‘Taiwan Merdeka’, dan menghentikan koneksi militer AS-Taiwan dalam bentuk apapun. Kami memberitahu pihak otoritas dan kekuatan Taiwan Merdeka, bahwa ‘mengandalkan AS untuk mengupayakan kemerdekaan’ dan ‘menggunakan kekuatan bersenjata untuk mengupayakan kemerdekaan’ pasti akan sia-sia belaka. Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok akan giat berlatih dan siap berperang, dengan tegas menghancurkan berbagai upaya perpecahan Taiwan dan berbagai intervensi eksternal, serta dengan tegas mempertahankan kedaulatan negara dan keutuhan wilayah Tiongkok.”

Pewarta : CRI