Jakarta, Radio Bharata Online - Bertempat di Hotel Shangri-La, Jakarta, pada Kamis (22/6) Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan Misi Tiongkok untuk ASEAN menyelenggarakan kegiatan bertajuk 'Jakarta Forum on ASEAN-China Relations'.
Acara ini diadakan dalam rangka memperingati 20 tahun aksesi Tiongkok ke dalam Traktat Persahabatan dan Kerja Sama atau Treaty of Amity and Cooperation (TAC) di Asia Tenggara.
Nong Rong, Wakil Menteri Urusan Luar Negeri Tiongkok, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan pesan dari Penasihat Negara dan Menteri Luar Negeri Tiongkok, Qin Gang. Dalam suratnya Qin menyebut bahwa Tiongkok-ASEAN secara efektif telah mendorong perdamaian dan stabilitas di kawasan.
"Kerja sama kami telah menjadi contoh kerja sama yang paling bersemangat dan produktif di Asia-Pasifik, yang secara efektif mendorong perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan ini," kata Qin dalam surat yang dibacakan Rong.
"ASEAN adalah salah satu organisasi kerja sama regional yang paling sukses di dunia. Sebagai dokumen fundamental politik ASEAN, TAC memiliki tujuan dan prinsip yang sangat selaras dengan Piagam PBB, yaitu Lima Prinsip Koeksistensi Damai dan Bandung Spirit," lanjut Qin.
Ia juga mendesak agar Tiongkok dengan tegas mendukung persatuan ASEAN dan pembangunan Komunitas ASEAN, serta mendukung sentralitas ASEAN dalam arsitektur kawasan.
"Tiongkok akan bekerja dengan ASEAN untuk menjunjung tinggi tujuan dan prinsip TAC, bertindak berdasarkan multilateralisme sejati, dan menjaga peraturan serta mendukung tempat untuk menjaga perdamaian dan pembangunan yang telah dicapai dengan susah payah di tempat," tegas Menlu Tiongkok itu.
Tiongkok adalah negara pertama di luar ASEAN yang menandatangi TAC, tepatnya pada tahun 2003. "Pada 8 Oktober 2003, Tiongkok secara resmi menyetujui Perjanjian Persahabatan dan Kerjasama di Asia Tenggara (TAC)," kata Qin.
"Tiongkok adalah yang pertama di antara negara-negara besar yang bergabung dengan TAC dan menjalin kemitraan strategis dengan ASEAN. Ini bukan hanya tonggak sejarah dalam hubungan Tiongkok-ASEAN tetapi juga peristiwa yang sangat penting bagi seluruh kawasan," jelasnya.
Selain Nong Rong, acara ini juga turut dihadiri oleh Duta Besar Tiongkok untuk ASEAN Hou Yanqi, Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn, Pendiri FPCI Dino Patti Djalal, mantan duta besar Tiongkok untuk AS Cui Tiankai, dan sejumlah diplomat serta akademisi dari dalam maupun luar negeri. Selain memberikan sambutan, beberapa dari mereka juga turut menjadi pembicara dalam diskusi panel yang diagendakan.