GUANGZHOU, Radio Bharata Online – Guangzhou di Provinsi Guangdong, Tiongkok Selatan, telah memasuki tahap akhir epidemi, dengan 85 persen penduduk kota telah terinfeksi COVID-19.

Otoritas kesehatan setempat pada Rabu menyatakan, strain yang beredar saat ini tetap Omicron BA.5.2, dan strain XBB belum terdeteksi pada kasus lokal.

Zhang Yi, wakil direktur dan juru bicara Komisi Kesehatan Guangzhou, pada konferensi pers hari Rabu mengatakan, Guangzhou telah mempersiapkan layanan medis untuk Festival Musim Semi, termasuk pemantauan epidemi, layanan kesehatan berjenjang, serta vaksinasi.

Sejumlah wilayah di Tiongkok telah melewati puncak pertama infeksi COVID-19, karena jumlah pasien di klinik demam terus menurun. Namun dalam menghadapi Festival Musim Semi mendatang, semua institusi medis di seluruh negeri juga berupaya memastikan, warga bisa mendapatkan layanan medis tepat waktu.

Zhang mengatakan, Guangzhou telah bekerja dalam pemantauan epidemi, termasuk pemantauan variasi virus, pemantauan tingkat antibodi populasi, dan penilaian risiko, sehingga secara dinamis dapat menyesuaikan langkah-langkah pencegahan, pengendalian, dan pengobatan.

Selama Festival Musim Semi, sistem komando darurat 120 Guangzhou akan mempertahankan layanan 24 jam, dan memprioritaskan pasien kritis.

Untuk memastikan kelancaran operasi, setiap rumah sakit menyediakan tidak kurang dari 200 ambulans per hari.  Sementara 188 lembaga medis kelas menengah, akan menyediakan klinik demam dan layanan darurat 24 jam sehari.

Guangzhou juga melengkapi institusi medis akar rumput dengan 14.142 oksimeter jepitan jari dan sejumlah generator oksigen, serta mendistribusikan obat demam dan batuk.

Otoritas Guangzhou juga meminta penduduk untuk menghindari perjalanan puncak.  Sebab pada musim dingin dan musim semi, biasanya berkaitan erat dengan tingginya insiden infeksi saluran pernapasan. (Global Times)