BEIJING, Radio Bharata Online - Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) baru-baru ini melakukan latihan anti-kapal selam yang berlangsung selama lebih dari 40 jam, dan menampilkan lebih dari selusin pesawat patroli anti-kapal selam di Laut Tiongkok Selatan.

Menurut para ahli, Laut Tiongkok Selatan merupakan wilayah yang dipenuhi dengan aktivitas kapal selam asing, yang berpotensi mengancam pertahanan nasional Tiongkok.

Menurut siaran pers PLA, selama latihan yang menguji keterampilan awak dan kemampuan taktis, pesawat patroli anti-kapal selam Y-8 melakukan pencarian, identifikasi, penyerangan dan pelacakan kapal selam berdasarkan satu atau beberapa variabel.

Latihan tersebut menyajikan skenario pertempuran, di mana pesawat patroli anti-kapal selam, berhadapan dengan kapal selam asing secara realistis.

Dengan berfokus pada beberapa periode waktu, para kru memperoleh lebih banyak pengalaman dalam menangani lingkungan hidrologi dan geografis di air, pada waktu yang berbeda, mengumpulkan data pertempuran, dan mengasah kekuatan anti-penerbangan segala cuaca.

Song Zhongping, pakar militer dan komentator TV Tiongkok, kepada Global Times pada hari Rabu mengatakan, peperangan anti-kapal selam adalah tugas yang sangat menantang.  Menurut Song, pencarian ekstensif dan tanpa henti adalah praktik umum, untuk menemukan kapal selam yang tersembunyi di lautan luas.

Kedalaman Laut Tiongkok Selatan sangat cocok untuk operasi kapal selam, dan sudah dipenuhi kapal selam tidak hanya dari negara-negara di kawasan seperti Vietnam, Malaysia, dan Indonesia, tetapi juga negara-negara di luar kawasan seperti AS dan Jepang.

Contoh yang mengungkap aktivitas kapal selam intensif di Laut Tiongkok Selatan adalah tabrakan kapal selam serang bertenaga nuklir kelas Seawolf milik Angkatan Laut AS, USS Connecticut dengan gunung bawah laut pada Oktober 2021. (GT)