BEIJING, Radio Bharata Online - Setelah serangkaian kegagalan, Angkatan Udara AS pada hari Senin mengumumkan bahwa mereka akhirnya berhasil dalam peluncuran uji coba rudal hipersonik yang diluncurkan dari udara. Rudal Hipersonik adalah teknologi yang telah lama dikuasai Tiongkok, dan bahkan dipajang di depan umum pada pertunjukan udara baru-baru ini.
Para pakar militer Tiongkok pada hari Selasa mengatakan, target AS adalah menggunakan rudal hipersonik dan pembom siluman B-21 yang baru-baru ini terungkap, untuk menembus pertahanan udara Tiongkok. Tetapi Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), memiliki apa yang diperlukan untuk mempertahankan negara.
Menurut laporan CNN pada hari Senin, mengutip pernyataan dari Angkatan Udara AS, prototipe penuh dari Senjata Reaksi Cepat yang diluncurkan dari udara, juga dikenal sebagai rudal AGM-183A, diluncurkan dari pesawat pengebom B-52 di lepas pantai California pada hari Jumat, dan semua tujuan pengujian terpenuhi.
AGM-183A adalah rudal yang menggunakan roket pendorong untuk mempercepat proyektil mencapai kecepatan hipersonik, sebelum kendaraan luncur terpisah dari pendorong, dan menggunakan inersia untuk mencapai targetnya.
Masih menurut CNN, Peluncuran uji coba rudal yang sukses, terjadi setelah serangkaian kegagalan dalam pengujian tahun lalu, dan memaksa Angkatan Udara AS untuk menunda proyek tersebut, pada saat Tiongkok dan Rusia telah menunjukkan kemajuan dalam program mereka sendiri.
Selama Airshow China 2022 yang diadakan di Zhuhai, Provinsi Guangdong Tiongkok Selatan pada bulan November, Angkatan Udara PLA memamerkan pembom H-6K, membawa amunisi yang diyakini adalah rudal hipersonik.
Tiongkok juga memamerkan rudal hipersonik DF-17 pada parade militer Hari Nasional pada 1 Oktober 2019 di Beijing.
Setelah Tiongkok dan Rusia memimpin dalam pengembangan senjata hipersonik, AS kini tergesa-gesa untuk membangunnya sendiri. (Global Times)