BEIJING, Radio Bharata Online - Kendaraan buatan Tiongkok semakin populer di luar negeri, dengan nilai ekspor mobil negara tersebut dalam empat bulan pertama meningkat lebih dari dua kali lipat dari tahun ke tahun.
Asosiasi Produsen Mobil Tiongkok (CPCA) menyebutkan, pada kuartal pertama, produsen mobil mengekspor 994.000 kendaraan, naik 70,6 persen dari tahun ke tahun, dengan Belgia, Meksiko, dan Arab Saudi sebagai tujuan utama.
Sementara menurut Administrasi Umum Bea Cukai, ekspor kendaraan Tiongkok telah meningkat selama bertahun-tahun, dengan pengiriman mencapai 3,11 juta unit tahun lalu, untuk menyalip Jerman sebagai pengekspor kendaraan nomor dua di dunia, setelah Jepang.
Cui Dongshu, sekretaris jenderal Asosiasi Mobil Penumpang Tiongkok, mengatakan prospek ekspor Tiongkok sangat cerah, terutama untuk kendaraan energi baru, berkat posisi terdepan negara ini di segmen tersebut.
CPCA mengatakan 300.000 kendaraan penumpang, termasuk kit knock-down, diekspor pada bulan April dari Tiongkok, naik 227 persen dari tahun ke tahun, di mana kendaraan listrik (NEV) menyumbang sekitar 30 persen.
Total ekspor mobil penumpang mencapai 1,08 juta unit dari Januari hingga April, naik 115 persen dari tahun ke tahun.
Great Wall Motors, produsen SUV dan truk pikap terbesar di Tiongkok, mencatat penjualan luar negerinya mencapai 21.814 unit di bulan April, naik 182,09 persen dari tahun ke tahun, menyumbang 23,43 persen dari total pengiriman untuk bulan tersebut.
Produsen mobil yang berbasis di provinsi Hebei ini mengatakan, bahwa mereka menandatangani kesepakatan kerja sama dengan dealer dari puluhan negara, dalam pameran mobil Shanghai pada bulan April, yang semakin memperluas jangkauan globalnya.
Pada bulan April, Great Wall Motors meluncurkan model-model energi baru di Filipina dan Brasil. Perusahaan mengatakan akan memasuki pasar lain termasuk Singapura, Kamboja dan Vietnam akhir tahun ini. (China Daily)