Beijing, Radio Bharata Online - Tiongkok bersiap-siap menghadapi musim hujan lebat yang akan datang dengan mencadangkan dan menyiagakan sumber daya manusia dan material yang cukup untuk mengatasi kemungkinan keadaan darurat. Pasalnya, menurut pihak berwenang pada hari Selasa (25/7), beberapa wilayah negara itu, terutama kota barat daya Chongqing, telah diguyur hujan lebat selama berhari-hari.
Pada konferensi pers di Beijing, para pejabat Kementerian Manajemen Darurat mengatakan mereka telah memobilisasi pasukan pencarian dan penyelamatan di seluruh negeri seperti tim pemadam kebakaran dan penyelamatan tingkat nasional, badan usaha milik negara (BUMN) yang dikelola secara terpusat di wilayah lokal dan pasukan Tentara Pembebasan Rakyat atau People's Liberation Army (PLA) serta pasukan polisi bersenjata yang ditempatkan di wilayah lokal sebagai tanggapan terhadap pencegahan banjir dan pekerjaan bantuan bencana di sungai-sungai besar yang rawan banjir.
Wang Daoxi, Wakil Menteri Manajemen Darurat dan juga Wakil Menteri Sumber Daya Air mengatakan pasukan penyelamat gabungan terdiri dari 60.000 lebih petugas penyelamat yang tergabung dalam 456 tim penyelamat.
Menurutnya, dalam hal pasokan bantuan, pemerintah pusat telah mempersiapkan diri dengan baik untuk pengendalian banjir dan bantuan kekeringan.
"Sampai saat ini, kami telah menyimpan 9,552 juta item pasokan bantuan darurat senilai 3,73 miliar yuan (sekitar 7,8 triliun rupiah) di 126 gudang cadangan tingkat nasional yang mencakup semua 31 wilayah tingkat provinsi di daratan Tiongkok. Semua persediaan tersebut dapat dialokasikan untuk mendukung upaya pencegahan banjir dan bantuan kekeringan lokal kapan pun diperlukan. Akhir-akhir ini, Kementerian Manajemen Darurat dan Kementerian Keuangan telah bersama-sama mengadopsi sebuah rencana untuk mendapatkan persediaan bantuan bencana darurat senilai 51 juta yuan (sekitar 107 juta rupiah) dari keuangan pemerintah pusat," jelas Wang.
Pada konferensi pers tersebut, Luo Yongqiang, Wakil Direktur Administrasi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Nasional, mengatakan kepada media bahwa pasukan penyelamat kebakaran komprehensif nasional yang memainkan peran dominan dalam operasi penyelamatan darurat di negara tersebut telah melibatkan beberapa tim penyelamat profesional dalam upaya penyelamatan gempa bumi dan penyelamatan air.
"Secara khusus, kami telah menyiagakan 28.000 tim pencarian dan penyelamatan gempa bumi yang kuat dengan lebih dari 1.800 anjing pelacak. Tim penyelamat air profesional yang tersedia memiliki lebih dari 34.000 personel, dan lebih dari 10.000 sekoci. Kami telah melengkapi semua tim penyelamat dengan 1,8 juta lebih set peralatan penyelamat dan peralatan dari berbagai jenis," ungkap Luo.
Menurut data resmi, hingga hari Senin (24/7) lalu, pasukan penyelamat kebakaran komprehensif nasional telah melakukan 3.483 misi penyelamatan untuk menanggapi genangan air di perkotaan, hujan deras di gunung dan bencana geologi lainnya, menyelamatkan 1.174 orang yang terperangkap dan mengevakuasi lebih dari 7.200 orang ke tempat yang aman.