BEIJING, Radio Bharata Online – Tiongkok telah melakukan banyak pertukaran teknologi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan akan terus mendukung organisasi tersebut dalam upaya global untuk memerangi COVID-19.

Melalui telepon, Kepala Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok (NHC) Ma Xiaowei menjelaskan kepada Tedros Adhanom Ghebreyesus kepala WHO pada hari Sabtu, bahwa Tiongkok baru menerbitkan data kematian COVID-19 di rumah sakit, setelah mengoptimalkan respons COVID-19 negara itu bulan lalu.

Ma dan Tedros Adhanom bertukar pandangan tentang langkah-langkah pencegahan dan pengendalian COVID-19 saat ini.

Ma mengatakan bahwa Tiongkok telah berbagi informasi dengan WHO dan negara-negara lain sejak awal epidemi, menjadi yang pertama mengidentifikasi patogen dan berbagi urutan genetiknya, dan membentuk mekanisme pertukaran teknis dengan WHO.

Sejak Tiongkok berinisiatif mengoptimalkan kebijakan pencegahan dan pengendalian epideminya sendiri mengingat situasi saat ini, kedua belah pihak telah melakukan banyak pertukaran teknis, seraya menambahkan bahwa Tiongkok akan terus mendukung WHO dalam perang melawan COVID- 19.

Tedros menyatakan penghargaan atas upaya Tiongkok untuk mempertahankan pertukaran teknis jangka panjang, dan berbagi informasi dan data epidemi dengan WHO.

Badan Dunia yang berbasis di Jenewa itu dalam sebuah pernyataan menyebutkan, WHO menghargai pertemuan itu, serta rilis informasi publik tentang situasi keseluruhan.

Sementara kalangan ahli epidemiologi mengatakan, bagi Tiongkok, data adalah pilar respons COVID-19, jadi tidak ada alasan bagi negara untuk menyembunyikan atau sengaja tidak melaporkan data tersebut.  Para ahli menjelaskan, butuh waktu untuk menghasilkan data yang akurat, dan pemerintah berpacu dengan waktu dalam upayanya untuk menyediakan data yang akurat kepada masyarakat, dan ini mencerminkan sikap tanggung jawab yang tinggi. (Global Times)