Shanghai, Bharata Online - Meningkatnya hubungan antar masyarakat antara Irlandia dan Tiongkok mendorong kolaborasi bilateral yang lebih besar, yang dibangun di atas upaya untuk menjadikan Tiongkok sebagai destinasi yang ramah bagi pengunjung Irlandia, kata Ketua Kamar Dagang Irlandia di Tiongkok, Peter Markey.
Markey menggarisbawahi bahwa kebijakan bebas visa untuk pemegang paspor Irlandia telah secara signifikan meningkatkan aksesibilitas, yang secara fundamental mengubah persepsi tentang Tiongkok.
"Tentu saja ini membuatnya jauh lebih mudah. Bagi orang-orang yang tahu bahwa sekarang bebas visa, hal itu memang mengubah persepsi mereka tentang Tiongkok. Ini jauh lebih merupakan negara yang ramah. Dan mereka senang memasukkannya ke dalam daftar tempat yang ingin mereka kunjungi," ujarnya.
Selain pariwisata, ia menggarisbawahi potensi pertumbuhan dalam pertukaran pendidikan serta industri teknologi dan nutrisi.
"Tentu saja pendidikan adalah bidang yang menurut kami mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Kami melihat semakin banyak orang Tiongkok yang pergi ke Irlandia untuk pendidikan mereka, serta universitas dan lembaga teknik Irlandia yang mendirikan usaha patungan di sini di Tiongkok. Salah satu bidang ekspor utama Irlandia ke Tiongkok adalah di bidang IT, layanan komputer, dan sebagainya. Produk makanan Irlandia tumbuh pesat, begitu pula minuman Irlandia, khususnya wiski dan minuman sejenisnya. Pariwisata juga tumbuh pesat," katanya.
Dimensi budaya dari hubungan Tiongkok-Irlandia juga semakin berkembang. Markey menyoroti penampilan mendatang band pop Irlandia Westlife di Shanghai, yang melambangkan meningkatnya apresiasi terhadap pertukaran budaya. Ia mengatakan bahwa interaksi ini sangat penting dalam memperdalam hubungan antar masyarakat.
"Budaya kita tidak sepenuhnya berbeda. Kita memiliki banyak kesamaan yang menjadi dasar budaya kita. Dan, tentu saja, di Tiongkok, salah satu hal terpenting adalah makan. Dan tentu saja, orang Irlandia juga suka makan. Ketika kita semua duduk bersama di meja makan, kita membangun hubungan dan koneksi budaya. Kesamaan yang kita miliki adalah dasar untuk membangun hubungan dan bisnis," tuturnya.