Badan Kerja Sama Pembangunan Internasional Tiongkok hari Kamis kemarin (18/5) di Beijing mengeluarkan laporan ‘Praktik Tiongkok dalam Kerja Sama Pembangunan Internasional’. Sebagai platform pertukaran internasional yang baru didirikan oleh Badan Kerja Sama Pembangunan Internasional Tiongkok, publikasi ‘Praktik Tiongkok dalam Kerja Sama Pembangunan Internasional’ akan terus memperkenalkan praktik dan efektivitas bantuan kepada luar negeri dan kerja sama pembangunan internasional Tiongkok dalam perjalanan baru di era baru secara menyeluruh kepada dunia.
Wakil Direktur Badan Kerja Sama Pembnagunan Internasional Tiongkok Zhong Haidong menyatakan bahwa Tiongkok akan meningkatkan investasi sumber dayanya kepada kerja sama pembangunan global, berupaya mempersempit kesenjangan antara Utara dan Selatan, serta dengan teguh mendukung dan membantu negara-negara berkembang yang luas mempercepat pembangunannya.
Duta Besar Suriah untuk Tiongkok Mohammed Khaddam menyatakan bahwa selama beberapa tahun terakhir ini Suriah mengalami kepahitan perang saudara, juga mengalami sanksi sepihak ilegal dari beberapa negara Barat, bahkan mengalami pencurian minyak oleh tentara AS. Namun, Tiongkok selalu membantu Suriah dan menyediakan banyak dukungan kepada Suriah di bidang kesehatan, transportasi, komunikasi, makanan dan lain sebagainya. Dia menyatakan harapannya agar Tiongkok dapat memainkan peranan yang lebih besar di bidang pertolongan internasional.
Duta Besar Zimbabwe untuk Tiongkok Martin Chedondo menyatakan bahwa dalam proses Tiongkok menyediakan bantuan pembangunan kepada Zimbabwe, pemerintah Tiongkok selalu berkoordinasi dengan pemerintah Zimbabwe, mengadakan kerja sama di bidang kesehatan, pengentasan kemiskinan, bantuan darurat jangka pendek dan lain sebagainya. Dia menyatakan bahwa Tiongkok berupaya melaksanakan konsep komunitas senasib sepenanggungan manusia, melalui Inisiatif ‘Sabuk dan Jalan’, Forum Kerja Sama Tiongkok-Afrika, Inisiatif Pembangunan Global, Inisiatif Keamanan Global, Inisiatif Peradaban Global dan lain sebagainya, Tiongkok menunjukkan niatnya untuk berbagi bersama sumber daya dengan dunia dalam rangka mewujudkan harapan saling menguntungkan, bekerja sama dan menang besama, serta mewujudkan kerja sama pembangunan ‘tanpa disertai syarat apapun’.
Pewarta : CRI