BEIJING, Radio Bharata Online - Paulson Institute, bekerja sama dengan Universitas Tsinghua, baru-baru ini mengumumkan bahwa pendaftaran untuk peserta Paulson Prize for Sustainability 2024 (Hadiah Paulson untuk Keberlanjutan 2024), dibuka hingga 30 Juni mendatang.
Penghargaan bergengsi ini menjadi salah satu penghargaan paling berpengaruh secara global. Paulson Prize diberikan setiap tahun kepada proyek-proyek di Tiongkok, yang memberikan solusi inovatif dan terukur, di persimpangan antara ekonomi dan lingkungan, untuk mengatasi dua krisis yang paling mendesak yaitu perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati.
Hadiah Paulson memberikan semangat kepada berbagai entitas, termasuk dunia usaha, institusi, organisasi sosial, dan organisasi non-pemerintah (LSM) , untuk menyerahkan proyek yang menunjukkan kecerdikan dan kepemimpinan, dalam pembangunan berkelanjutan.
Yang Bin, wakil presiden Universitas Tsinghua, menekankan bahwa perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati adalah dua masalah global utama yang dihadapi umat manusia. Menurutnya, manusia harus mengurangi emisi karbon, dan mencapai netralitas karbon melalui inovasi ramah lingkungan untuk memerangi perubahan iklim, sekaligus melindungi dan memulihkan keanekaragaman hayati, untuk mencapai keharmonisan antara manusia dan alam.
Zhuang Weimin, seorang akademisi dari Akademi Teknik Tiongkok, profesor di Sekolah Arsitektur, dan kepala arsitek dari Institut Desain dan Penelitian Arsitektur Universitas Tsinghua, sepaham dengan pendapat Yang, bahwa dalam 10 tahun terakhir, Hadiah Paulson telah menarik perhatian transformatif, solusi dalam mengatasi perubahan iklim, termasuk proyek-proyek di industri-industri baru yang strategis. Menurut Zhuang, inovasi ramah lingkungan ini telah diuji di Tiongkok, dan dapat menjadi contoh bagi seluruh dunia.
Dimulai pada tahun 2013, penghargaan Paulson memberikan penghargaan dalam dua kategori, yakni Inovasi Hijau, dan Pengelolaan Alam. (Paulsoninstitute)