Beijing, Radio Bharata Online - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, pada konferensi pers hari Jum'at (28/4) di Beijing mengatakan Jepang harus mempercepat upayanya untuk menghilangkan senjata kimia terbengkalai (ACW) yang tersisa di Tiongkok.
Mao mencatat bahwa Jepang telah berulang kali melewatkan tenggat waktu penghancuran ACW, dan harus melaksanakan rencana baru itu secepat mungkin.
"Masalah ACW Jepang adalah masalah serius yang ditinggalkan oleh sejarah dalam hubungan Tiongkok-Jepang, dan merupakan aspek kunci dari realisasi Konvensi Senjata Kimia. Tiongkok terus mendesak Jepang untuk penghancuran ACW di Tiongkok sejak dini, lengkap dan menyeluruh sesuai dengan Konvensi dan memorandum antara pemerintah Tiongkok dan Jepang," ujarnya.
"Karena pihak Jepang gagal menyelesaikan penghancuran ACW-nya pada tenggat waktu yang ditetapkan Konvensi, sesi ke-101 Dewan Eksekutif Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) meninjau dan menyetujui rencana yang diajukan bersama oleh Tiongkok dan Jepang untuk menghancurkan ACW Jepang setelah tahun 2022, mengatur bahwa Jepang harus menghapus semua ACW di Haerba Ling (di Kota Dunhua, Provinsi Jilin timur laut Tiongkok) dan area lain pada 2027 dan menawarkan solusi untuk masalah utama dan sulit, seperti bagaimana meningkatkan efisiensi penghancuran di situs pemakaman besar dan memberikan petunjuk dan informasi yang efektif," papar Mao.
"Ini adalah tanggung jawab sejarah, politik, dan hukum Jepang yang tidak dapat disangkal untuk menghilangkan bahaya ACW Jepang. Ini adalah tahun pertama untuk menerapkan rencana penghancuran baru, dan upaya untuk menghancurkan ACW akan dilakukan dalam skala penuh dan dipercepat. Pihak Tiongkok mendesak Jepang untuk secara serius menghadapi keprihatinan Tiongkok dan komunitas internasional, melaksanakan rencana penghancuran baru secara menyeluruh, lengkap dan akurat, meningkatkan masukan dari semua aspek, berupaya keras untuk mempercepat proses pemusnahan ACW Jepang, dan melakukan bagiannya untuk melakukan tugasnya serta membangun dunia yang bebas dari senjata kimia," jelasnya.