BEIJING, Radio Bharata Online - Tiongkok mendesak Israel untuk menahan diri guna mencegah situasi di Yerusalem semakin tidak terkendali.

Sebelumnya, polisi Israel mendobrak tempat suci umat Islam di Kota Tua Yerusalem dan memindahkan jemaah Muslim dari Masjidil Aqsa pada Senin (26/9/2022).

Hal itu dilakukan guna memberikan tempat bagi orang-orang Yahudi ultranasionalis yang memperingati Tahun Baru Yahudi pada Minggu (25/9/2022) hingga Selasa (27/9/2022).

"Kami menyerukan kepada pihak-pihak terkait, terutama Israel, untuk tetap tenang dan menahan diri," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok (MFA) Wang Wenbin dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (29/9/2022).

Kemenlu sangat prihatin dengan meningkatnya ketegangan di Yerusalem baru-baru ini.

"Kami menentang tindakan apa pun yang secara sepihak mengubah status quo di Yerusalem," tambahnya.

Pihaknya menilai, akar penyebab konflik berulang-ulang antara Palestina dan Israel terletak pada tidak diimplementasikannya solusi damai dua negara.

"Komunitas internasional perlu bertindak lebih tegas dan memfasilitasi dimulainya kembali pembicaraan damai antara Palestina dan Israel," imbuh Wang.

Editor: Thomas Rizal