Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin dalam konferensi pers Jumat kemarin (12/05) menekankan, Tiongkok adalah negara berkembang yang terbesar dan ini diakui berbagai pihak, AS ingin memberikan sebuatan ‘Negara Maju’ kepada Tiongkok, tapi itu tidak bisa diterima Tiongkok.

Wang Wenbin mengatakan, Tiongkok adalah negara berkembang, selain ada alasan fakta yang penuh, ada pula alasan hukum internasional yang jelas. Dalam jangka panjang, Tiongkok berjuang bahu-membahu dengan negara-negara berkembang di Asia Afrika dalam gerakan perjuangan pembebasan bangsa, saling mendukung dalam proses pendorongan perkembangan negara, dengan jelas menguraikan apa yang disebut sebagai sahabat sejati, kedua pihak telah menjadi komunitas senasib sepenangungan yang terapung sama hanyut, teredam sama basah.

Wang Wenbin akhirnya menunjukkan, Tiongkok akan dengan tegas memelihara status sebagai negara berkembang, dengan sekuat tenaga memperdalam solidaritas dan kerja sama negara-negara berkembang, tak tergoyahkan berupaya meningkatkan hak representatif dan hak bersuara dalam sistem tata kelola internasional, dan dengan tegas membela hak dan kepentingan sah negara berkembang.

Pewarta : CRI