Beijing, Radio Bharata Online - Gelombang panas terus melanda bagian utara Tiongkok tanpa henti, dengan ibukota Tiongkok, Beijing, mencatat rekor suhu udara 41,1 derajat Celcius pada hari Kamis (22/6) untuk pertama kalinya sejak 2014 silam.

Stasiun cuaca Nanjiao di Beijing selatan, yang dianggap sebagai tolok ukur suhu di ibu kota, mencatat 41,1 derajat Celcius pada pukul 15:19 waktu setempat pada Kamis (22/6). Ini memecahkan rekor hari terpanas di bulan Juni. Suhu tertinggi bulan Juni sebelumnya tercatat pada tahun 1961 ketika suhu naik menjadi 40,6 derajat Celcius.

Suhu ekstrem itu juga yang tertinggi kedua dalam sejarah kota tersebut, setelah sebelumnya pernah menyentuh angka 41,9 derajat Celcius pada Juli 1999. Gelombang panas juga mempengaruhi jaringan listrik karena meningkatnya permintaan pendingin ruangan atau Air Conditioner (AC).

Sebelumnya pada hari Kamis (22/6), otoritas cuaca Beijing menaikkan peringatan oranye untuk gelombang panas, peringatan tertinggi kedua dalam sistem peringatan suhu kode warna tiga tingkat di Tiongkok. Mereka mengatakan bahwa suhu dapat mencapai 39 derajat Celcius hingga Sabtu (24/6).

Provinsi Hebei dan Kota Tianjin di Tiongkok utara juga telah mengeluarkan peringatan merah, peringatan paling parah. Suhu di kota itu diperkirakan bisa naik hingga 40 derajat Celcius atau bahkan di atasnya.

Para ahli telah memperingatkan masyarakat tentang risiko serangan panas, dan menyarankan mereka yang menderita serangan panas harus mengambil tindakan segera untuk menurunkan suhu tubuh dan tetap terhidrasi, dan mencari bantuan medis profesional sesegera mungkin.