Mengenai prospek kerja sama antara Tiongkok dan Afrika, jubir Kemenlu Tiongkok Mao Ning dalam jumpa pers hari Senin kemarin (29/5) menyatakan, saat ini, dunia penuh dengan tantangan, sebagai negara berkembang yang terbesar dan daratan dengan negara berkembang terbanyak, Tiongkok dan Afrika perlu lebih meningkatkan solidaritas dan kerja sama daripada sebelumnya.

Belakangan ini, pemimpin dan menlu berbagai negara Afrika mengadakan kunjungan ke Tiongkok. Saat menghadiri perayaan ‘Hari Afrika’ di Beijing tanggal 25 Mei lalu, Menteri Luar Negeri Tiongkok Qin Gang menyatakan, hubungan Tiongkok-Afrika telah memasuki ‘jalur cepat’.

Menanggapi hal tersebut, Mao Ning menyatakan, selama ini, di bawah bimbingan kebijakan yang tulus dan bersahabat, serta pandangan nilai yang tepat terhadap Afrika yang diajukan oleh Presiden Xi Jinping, hubungan Tiongkok-Afrika terus berkembang ke level baru, dan telah memasuki tahap baru pembangunan komunitas senasib sepenanggungan Tiongkok-Afrika yang berlevel tinggi.

Mao Ning menekankan, Tiongkok bersedia berupaya bersama dengan negara-negara Afrika, mempraktikkan multilateralisme sejati, dengan teguh memelihara kepentingan sah dan adil satu sama lain, dengan aktif mendorong usaha modernisasi kedua pihak yang memiliki ciri khas masing-masing, bersama mendorong reformasi tata kelola global, berupaya mewujudkan keamanan bersama, serta meningkatkan pertukaran dan saling belajar, agar semangat kerja sama bersahabat Tiongkok-Afrika dapat diwariskan dan dikembangkan di Tiongkok dan tanah luas Afrika, membangun komunitas senasib sepenanggungan Tiongkok-Afrika yang lebih erat dan berlevel tinggi, serta menjadi teladan untuk mendorong pembangunan komunitas senasib sepenanggungan.

Pewarta : CRI