JAKARTA, Radio Bharata Oline - Masyarakat internasional harus lebih bersabar dengan proses politik di Sudan Selatan, negara termuda di dunia, hal tersebut dikatakan oleh seorang utusan Tiongkok di Sudan pada Selasa(20/6) yang lalu.
Secara khusus masyarakat internasional harus menghormati kedaulatan dan kepemilikan Sudan Selatan, dan menghindari tekanan dan campur tangan eksternal, kata Dai Bing, wakil perwakilan tetap Tiongkok untuk PBB.
Berbicara pada pengarahan Dewan Keamanan PBB, Dai Bing mencatat bahwa Sudan Selatan terus mempromosikan implementasi perjanjian yang direvitalisasi, terus memajukan proses pemilihan pembuatan konstitusi dan mencapai kesepakatan tentang rasio pembagian pasukan bersatu.
Dai Bing juga menambahkan bahwa negara telah mengambil langkah-langkah substantif dalam pekerjaan legislatif di bidang-bidang seperti keamanan nasional, administrasi fiskal dan keuangan.
Ditambahkannya, Tiongkok mendorong semua pihak untuk terus bertindak sejalan dengan perjanjian yang direvitalisasi dan roadmap perluasannya, mempercepat pekerjaan di bidang-bidang utama, dan menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk transisi politik.
Tiongkok selalu mementingkan kesulitan yang dihadapi Sudan Selatan, dan secara aktif memberikan bantuan sesuai kapasitasnya.
Dai Bing juga meminta Dana Moneter Internasional dan lembaga keuangan internasional lainnya untuk terus meningkatkan dukungan keuangan mereka ke Sudan Selatan.
Sudan Selatan telah berulang kali menekankan bahwa embargo senjata yang dikenakan padanya memiliki dampak negatif yang serius pada pemeliharaan keamanan nasional, kata Dai, menambahkan bahwa negara-negara kawasan juga telah berulang kali menyerukan pencabutan sanksi yang tidak dapat dibenarkan terhadap Sudan Selatan. (CGTN)