Shanghai, Radio Bharata Online - Presiden Peru, Dina Boluarte, bertemu dengan para pemimpin bisnis dan pejabat pemerintah daerah di Shanghai dan Kota Suzhou, Tiongkok timur, pada hari Kamis (27/6) dalam kunjungan kenegaraannya selama lima hari di Tiongkok. Ini merupakan kunjungan pertamanya ke negara tersebut sejak menjabat pada tahun 2022.

Boluarte menghadiri forum investasi di Shanghai pada hari Kamis (27/6) dan menyampaikan pidato dengan menyatakan harapannya untuk peningkatan investasi dari Tiongkok, dan juga menunjukkan peran penting yang dapat dimainkan oleh Pelabuhan Chancay yang sedang dalam tahap pembangunan di Peru.

Pelabuhan besar itu, yang dipandang sebagai proyek utama di bawah Prakarsa Sabuk dan Jalan di Amerika Latin, diharapkan akan diresmikan pada bulan November 2024. Pelabuhan ini akan membantu mengurangi waktu tempuh kapal antara Tiongkok dan Amerika Selatan hingga sepertiganya.

"Pelabuhan Chancay akan menjadikan Peru sebagai pusat logistik terkemuka untuk transportasi lintas batas di wilayah Amerika Selatan-Pasifik. Pelabuhan ini akan berfungsi sebagai koordinator rute perdagangan di seluruh wilayah," kata Bolartue di forum tersebut.

Presiden Peru juga bertemu dengan pihak berwenang dari perusahaan pelayaran raksasa Tiongkok, Cosco Shipping, pemegang saham mayoritas Pelabuhan Chancay. Mereka yang terlibat dalam proyek penting ini mengatakan bahwa investasi Tiongkok yang cukup besar kemungkinan akan membawa perkembangan positif bagi Peru.

"Pada tahun 2019, kami membuat kesepakatan (bahwa) 60 persen saham dimiliki oleh Cosco Shipping, dan 40 persen dimiliki oleh Peru. Dalam kasus saya dan orang-orang Peru, kami melihat dengan mata yang sangat baik investasi Tiongkok. Dan saya pikir itu bagus untuk Peru," kata Jose Picasso Salinas, Wakil Ketua proyek Chancay Cosco Shipping di Peru.

Tiongkok adalah mitra dagang terbesar Peru dengan data resmi yang menunjukkan bahwa volume impor dan ekspor antara kedua belah pihak melebihi 36 miliar dolar AS (sekitar 590 triliun rupiah) pada tahun 2023, naik 6,6 persen dari tahun sebelumnya.

Setelah singgah di Shanghai, Bolartue kemudian melakukan perjalanan ke kota terdekat Suzhou di Provinsi Jiangsu, Tiongkok timur pada Kamis (27/6) sore dan mengunjungi sebuah kawasan industri bersama delegasinya.

Akhir pekan ini, Bolartue dijadwalkan untuk mengadakan pembicaraan dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dan para pemimpin lainnya di Beijing. Kedua pemimpin ini terakhir kali bertemu di sela-sela Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC di San Francisco bulan November lalu. Mereka berjanji untuk memperdalam hubungan dan memperkuat kerja sama bilateral.

Bolartue memulai perjalanannya di pusat teknologi selatan Shenzhen pada hari Selasa (25/6). Ia bertemu dengan perusahaan-perusahaan terkemuka termasuk raksasa telekomunikasi Huawei dan produsen mobil BYD, dan menandatangani perjanjian kerja sama.