BEIJING, Radio Bharata Online - Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengakhiri perjalanannya ke Tiongkok dengan pembicaraan produktif, bersama dengan pejabat senior Tiongkok. Kedua belah pihak sepakat untuk menerapkan pemahaman penting yang dicapai oleh kedua kepala negara di Bali, dan memperkuat komunikasi dan kerja sama dalam menangani tantangan global.
Beberapa pakar Tiongkok meyakini bahwa kunjungan Yellen adalah pertanda adanya potensi koordinasi, dan kerja sama antara Tiongkok dan AS. Pejabat perdagangan senior AS diharapkan mengunjungi Tiongkok, sebagai bagian dari upaya AS untuk mengelola perbedaan, dan menstabilkan hubungan Tiongkok-AS, yang berada pada titik terendah dalam sejarah.
Namun para ahli mendesak AS untuk mencocokkan kata-kata dengan perbuatan, untuk menstabilkan hubungan bilateral dan meninggalkan mentalitas zero-sum dan Perang Dingin, dan mendorong hubungan bilateral kembali ke jalur yang benar. Sebab terlepas dari serangkaian pertukaran baru-baru ini, AS tidak mungkin mengubah strateginya untuk memisahkan, menindak dan bersaing dengan Tiongkok, di tengah suasana politik yang terdistorsi di Washington.
Liao Min, wakil direktur Kantor Komisi Pusat Urusan Keuangan dan Ekonomi, sekaligus wakil Menteri Keuangan mengatakan, tim ekonomi dan perdagangan dari kedua belah pihak mengadakan pembicaraan panjang dan jujur. Kedua belah pihak juga membahas masalah ekonomi makro dan tantangan global, dan akan menjaga komunikasi di masa depan.
Kantor berita Xinhua melaporkan, Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang dalam pembicaraan dengan Yellen pada hari Jumat, menekankan bahwa perkembangan Tiongkok adalah lebih berupa peluang daripada tantangan bagi AS, dan lebih berupa keuntungan daripada risiko. Budaya Tiongkok menghargai perdamaian di atas segalanya, berlawanan dengan hegemoni dan perundungan. Perdana Mentri Li berharap, AS akan menjunjung tinggi sikap rasional dan pragmatis, dan bekerja sama dengan Tiongkok dalam arah yang sama, untuk mendorong hubungan bilateral kembali ke jalur yang benar sejak dini. (Global Times)