HANGZHOU, Radio Bharata Online - Forum Data Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berakhir pada hari Kamis di Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok timur, menyerukan tata kelola data yang lebih baik, dan lebih banyak kerja sama antara pemerintah, untuk membantu menciptakan masa depan yang berkelanjutan.
Di forum tersebut, Tiongkok berbagi pengalaman dalam hal tata kelola data, dan berjanji untuk berkontribusi lebih banyak pada tata kelola data global, dengan menyelenggarakan lebih banyak pelatihan internasional, dan mempromosikan pengembangan Global Platform for Big Data China Hub.
Dalam pesan ucapan selamatnya di forum tersebut, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengatakan, bahwa negaranya siap bekerja sama dengan negara-negara lain untuk membantu mengimplementasikan Agenda 2030, untuk Pembangunan Berkelanjutan melalui tata kelola data. Tiongkok juga siap untuk memperdalam kerja sama data internasional dalam kerangka kerja Inisiatif Pembangunan Global.
Pemerintah Tiongkok telah bekerja pada transformasi digital, dan membantu perusahaan-perusahaan untuk melakukan hal yang sama dengan big data.
Biro Statistik Nasional (NBS) Tiongkok telah melakukan sensus tentang populasi, pertanian, dan ekonomi negara, di antara bidang-bidang lainnya. Data yang dikumpulkan, memungkinkan biro ini untuk menentukan masalah sosial utama, menganalisis masalah ekonomi, dan memberikan fakta-fakta penting untuk pembuatan kebijakan.
Teknologi data juga telah memberikan kemudahan bagi industri logistik Tiongkok, memungkinkan perusahaan untuk memprediksi beban kerja di masa depan, serta mengalokasikan personel dan peralatan, bahkan sebelum pesanan tiba. Hasilnya, rantai logistik dioptimalkan untuk mengangkut lebih banyak barang dengan sumber daya yang sama.
Tiongkok tidak hanya mengerahkan sumber daya untuk teknologi data di dalam negeri, tetapi juga menyediakan dukungan teknis untuk negara lain.
Menurut Shaida Badiee, direktur pelaksana dan salah satu pendiri Open Data Watch, organisasi nirlaba yang berbasis di Amerika Serikat yang terdiri dari para ahli data, masa depan yang lebih hijau untuk dunia, tidak akan tercapai hanya dengan upaya satu negara saja. Dan strategi Tiongkok dalam big data membutuhkan kerja sama yang solid dengan seluruh dunia.
Tiongkok telah menjadi mitra yang kuat bagi Divisi Statistik PBB, membantu divisi ini mengimplementasikan proyek-proyek data dan sesi pelatihan. (CGTN)