BEIJING, Radio Bharata Online - Para pejabat dan pakar kesehatan Tiongkok pada hari Kamis mengatakan, bahwa situasi COVID-19 nasional secara umum, telah stabil. Meskipun gelombang baru infeksi massal tidak mungkin terjadi dalam beberapa bulan mendatang, sekolah dan daerah pedesaan akan menjadi prioritas berikutnya untuk pengendalian epidemi.

Wu Zunyou, kepala epidemiologi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok, pada konferensi pers hari Kamis mengatakan, negara ini baru saja mengalami wabah nasional, di mana sebagian besar orang telah pulih, dan beberapa masih dalam masa pemulihan.

Menurut  Wu, Kekebalan populasi secara keseluruhan berada pada tingkat yang relatif tinggi, kecil kemungkinan gelombang infeksi massal baru akan terjadi dalam beberapa bulan mendatang.  

Wu menjelaskan, ketika Tiongkok mengoptimalkan kebijakan pencegahan dan pengendaliannya, kemungkinan wabah COVID-19 lainnya, sesekali akan terjadi di daerah-daerah tertentu, di antara beberapa populasi, dan dari waktu ke waktu di masa depan.  Namun kecil kemungkinan akan terjadi epidemi massal secara nasional dengan penyebaran yang cepat dalam waktu singkat.

Pada bulan Januari, Wu mengatakan di akun Sina Weibo-nya bahwa sekitar 80 persen populasi di Tiongkok telah terinfeksi COVID-19.

Lu Hongzhou, kepala Rumah Sakit Rakyat Ketiga di Shenzhen, juga percaya bahwa epidemi COVID-19 besar lainnya tidak mungkin terjadi di Tiongkok dalam waktu enam bulan.

Kepada Global Times Lu mengatakan, penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa fungsi kekebalan secara umum masih tinggi, sekitar tujuh bulan setelah infeksi.

Para ahli juga mengatakan bahwa kemungkinan munculnya mutan yang lebih menular di masa depan, atau mutan dengan patogenisitas yang meningkat juga sangat rendah.  (Global Times)