Hualien, Radio Bharata Online - Pekerjaan penguatan darurat sedang dilakukan setelah gempa bumi berkekuatan 7,3 skala Richter menghantam wilayah Taiwan, Tiongkok pada Rabu (3/4) pagi dan membuat banyak gedung bertingkat miring.
Sebuah bangunan 10 lantai yang disebut Gedung Uranus yang terdiri dari rumah dan toko-toko, miring dan tampak hampir runtuh.
Pemadam kebakaran setempat mengatakan bahwa sejak pagi hari sejak gedung tersebut pertama kali diguncang gempa hingga malam hari, pergeseran telah meningkat sebesar lima sentimeter dan gedung tersebut dapat runtuh kapan saja karena gempa susulan yang terus terjadi.
Banyak penghuninya yang berhasil melarikan diri saat gelombang kejut menghantam dan tim penyelamat bekerja sepanjang hari untuk membebaskan orang-orang yang terjebak di dalamnya. Tim penyelamat menemukan seorang wanita di dalam gedung yang sudah tidak memiliki tanda-tanda vital.
Pemadam kebakaran setempat juga mengirimkan tower crane, ekskavator dan truk untuk menempatkan batu-batu besar untuk menopang struktur bangunan dan mencegah keruntuhan sepenuhnya.
Gempa tersebut telah menewaskan sembilan orang dan melukai 1.011 orang hingga pukul 22:00 Rabu (3/4), menurut pusat operasi darurat setempat.
Sementara itu, lebih dari 100 orang terperangkap setelah gempa bumi yang melanda wilayah laut dekat Kabupaten Hualien, Taiwan, demikian data dari pusat tersebut.