Beijing, Radio Bharata Online - Tiongkok akan mencapai pengurangan intensitas karbon tertinggi di dunia dalam waktu yang paling singkat dalam sejarah, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin, dalam sebuah konferensi pers di Beijing pada hari Kamis (23/5).

Wang menyampaikan pernyataan tersebut ketika dimintai komentarnya mengenai Pendapat Penasihat yang disampaikan oleh Pengadilan Internasional untuk Hukum Laut atau International Tribunal for the Law of the Sea (ITLOS) pada hari Selasa (21/5) lalu dalam menanggapi permintaan dari Komisi Negara-negara Kepulauan Kecil tentang Perubahan Iklim dan Hukum Internasional, serta peran Tiongkok dalam kasus tersebut.

"Pada malam hari tanggal 21 Mei, waktu Beijing, Pengadilan Internasional untuk Hukum Laut menyampaikan pendapat penasehat mengenai perubahan iklim. Tiongkok mencatat bahwa pendapat penasihat tersebut menegaskan bahwa Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) merupakan inti dari perjanjian yang diadopsi untuk mengatasi perubahan iklim dan menunjukkan bahwa ketika memenuhi kewajiban perlindungan lingkungan di bawah kerangka kerja Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS), negara-negara perlu mempertimbangkan peraturan dan standar internasional yang relevan dalam UNFCCC," kata Wang.

"Dalam kasus yang berkaitan dengan opini penasehat ini, di bawah panduan Pemikiran Xi Jinping tentang Peradaban Ekologi, Tiongkok telah melibatkan diri secara mendalam dalam keseluruhan proses. Kami mengajukan proses tertulis kepada ITLOS dan untuk pertama kalinya dalam sejarah, kami berpartisipasi dalam proses lisan. Dengan menjunjung tinggi semangat menghormati aturan hukum internasional dan mengingat kepentingan masyarakat internasional secara keseluruhan, Tiongkok menekankan posisi fundamental dan inti dari UNFCCC dalam menangani perubahan iklim dan mengajukan pendapat yang konstruktif, serta memberikan kontribusi untuk meningkatkan sistem tata kelola iklim dan kelautan global. Upaya Tiongkok ini mendapat sambutan baik dari berbagai pihak," jelasnya.

"Sebagai negara berkembang besar yang bertanggung jawab, Tiongkok menerapkan strategi nasional untuk secara aktif menanggapi perubahan iklim dan akan mencapai pengurangan intensitas karbon tertinggi di dunia dalam waktu yang paling singkat dalam sejarah. Menanggapi perubahan iklim dan dampak buruknya adalah tujuan bersama umat manusia. Tiongkok siap bekerja sama dengan komunitas internasional untuk meningkatkan solidaritas dan koordinasi dalam mengatasi perubahan iklim dan konservasi lingkungan laut untuk menemukan jalan untuk mencapai keselarasan antara manusia dan alam," ujar Wang.