Beijing, Radio Bharata Online - Lucas Rondez, Ketua Kamar Dagang Tiongkok Swiss (SwissCham), telah menyoroti pertumbuhan talenta Tiongkok sebagai komponen kunci dari hubungan perdagangan yang saling melengkapi antara Tiongkok dan Swiss.
Sejak kedua negara menandatangani Perjanjian Perdagangan Bebas pada tahun 2014, hubungan perdagangan bilateral telah berkembang pesat. Di sela-sela Forum Ekonomi Tiongkok-Swiss (SSEF) kedelapan yang diselenggarakan di Beijing pada hari Senin (1/7), Rondez mengatakan bahwa FTA telah memberikan lebih banyak kesempatan bagi perusahaan-perusahaan Swiss untuk membawa produk mereka ke pasar Tiongkok.
"Tentunya, perjanjian perdagangan bebas ini meningkatkan banyak perdagangan antara Tiongkok dan Swiss. Sejak tahun 2010, Tiongkok telah menjadi negara ekspor utama Swiss di Asia, dan negara ekspor ketiga di dunia, setelah Amerika Serikat dan Eropa. Perjanjian perdagangan ini meningkatkan banyak peluang bagi perusahaan-perusahaan Swiss untuk membawa produk mereka ke pasar Tiongkok, dan sebaliknya. Kami juga telah melihat banyak perusahaan Tiongkok yang semakin tertarik dengan pasar Swiss, dan saya pikir ini jelas merupakan lingkungan bisnis yang sangat baik di antara kedua negara," ujar Rondez dalam sebuah wawancara dengan China Global Television Network (CGTN).
Ia mengatakan bahwa ia mengharapkan kerja sama baru antara bisnis-bisnis di industri bernilai tambah tinggi dari kedua belah pihak.
"Swiss dan Tiongkok memiliki cara yang sangat baik untuk melakukan bisnis karena kami saling melengkapi satu sama lain. Apa yang kami miliki dalam keahlian kami di Swiss adalah teknologi bernilai tinggi yang juga dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan Tiongkok di pasar Tiongkok. Jadi, saya pikir ada kombinasi yang sangat baik antara keduanya. Dan tentu saja, pasar Tiongkok memberikan kesempatan bagi perusahaan-perusahaan Swiss untuk meningkatkan pasar, untuk meningkatkan bisnis mereka. Jadi, Anda telah menyebutkan beberapa industri, saya rasa ada banyak industri yang memanfaatkan hubungan bilateral ini. Tentu saja, kami unggul dalam bidang teknologi tinggi. Kami memiliki perusahaan-perusahaan yang sangat bagus di bidang robotika, permesinan, pertanian, dan barang-barang mewah. Dan saya rasa ada banyak kesempatan bagi semua perusahaan ini untuk memiliki lingkungan perdagangan yang baik dengan Tiongkok," paparnya.
Menurut Rondez, banyak perusahaan Swiss telah mendirikan pusat penelitian dan pengembangan (R and D) di Tiongkok, yang mencerminkan kepercayaan komunitas bisnis Swiss terhadap pengembangan talenta berkualitas tinggi di Tiongkok.
"Mengapa Swiss selalu menjadi negara yang cukup penting dan cukup sukses dalam hal inovasi adalah karena talenta, karena kami memiliki universitas yang bagus dan karena kami memiliki kumpulan talenta yang sangat kuat yang dapat mendukung inovasi ini. Yang menarik adalah kami melihat bahwa di Tiongkok dalam hal talenta, ada lebih banyak dan lebih banyak lagi. Jadi itulah alasan mengapa kami membawa lebih banyak pusat penelitian dan pengembangan di Tiongkok. Pertama-tama, untuk lebih memahami pasar, tetapi juga untuk mendapatkan akses ke kelompok orang yang sangat kuat dan berbakat, yang dapat terus mengembangkan perusahaan-perusahaan Swiss dan teknologi Swiss juga dengan kekhususan pasar atau teknologi baru yang dapat kita temukan di pasar ini," jelasnya.