Bharata Online - Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) terus memperkuat posisinya di kancah global dengan menjalin kerja sama strategis internasional yang signifikan. Langkah terbaru yang menegaskan eksistensi UPGRIS di dunia akademik adalah kolaborasi resmi dengan Chongqing University of Posts and Telecommunications (CQUPT), sebuah institusi terkemuka dari Tiongkok yang fokus pada teknologi informasi dan komunikasi.

Kerja sama ini diwujudkan melalui peresmian "CQUPT–UPGRIS Joint Laboratory on Multilingual and Multimodal Large Model" pada Selasa, 20 November 2025, yang diselenggarakan di kampus CQUPT, Chongqing.

Fokus Kolaborasi: Pengembangan AI Skala Besar

Laboratorium bersama ini didirikan dengan tujuan utama untuk melakukan riset mendalam di bidang kecerdasan buatan (AI), khususnya pengembangan large language model (LLM) yang memiliki kemampuan multibahasa dan multimodal (mampu memproses berbagai jenis data).

Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum, bersama Wakil Rektor I, Dr. Muniroh Munawar, S.Pi., M.Pd., dan Kepala Bagian Kerja Sama Luar Negeri KUI, Mega Novita, Ph.D., hadir langsung dalam upacara peresmian. Sri Suciati menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan tonggak sejarah penting bagi UPGRIS dalam mengukuhkan diri sebagai kampus yang berorientasi internasional.

Pengakuan dan Kepercayaan CQUPT

Momen peresmian ini juga dihadiri oleh perwakilan dari berbagai universitas internasional lainnya, seperti dari Tajikistan, Polandia, dan Uzbekistan. Namun, fakta yang menarik adalah UPGRIS menjadi satu-satunya universitas yang secara resmi diajak bekerja sama oleh CQUPT dalam pengembangan riset AI. Hal ini menjadi bukti nyata tingginya kepercayaan CQUPT terhadap potensi akademik dan riset yang dimiliki oleh UPGRIS.

Wakil Presiden CQUPT, Prof. Qinghua Zhang, menyambut baik kolaborasi ini, yang diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam hubungan riset antara Indonesia dan Tiongkok di bidang AI.

Memperkuat Ekosistem Riset Nasional

Dengan didirikannya laboratorium bersama ini, UPGRIS kini menjadi salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) pertama di Indonesia yang terlibat langsung dalam inisiatif riset kecerdasan buatan pada skala internasional bersama institusi riset Tiongkok. Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas riset di UPGRIS, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekosistem riset nasional, khususnya dalam mengadopsi dan mengembangkan teknologi AI mutakhir.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Letter of Intent (LOI) dan proposal "Belt and Road Joint Laboratory on Multilingual and Multimodal Large Model", yang diajukan dalam program Artificial Intelligence Joint Laboratory di bawah naungan Ministry of Science and Technology (MOST) of China.