BEIJING, Radio Bharata Online - Pusat Konservasi dan Penelitian Panda Raksasa Tiongkok merilis sebuah pernyataan pada hari Sabtu, yang menyatakan bahwa rumor seputar pemukulan panda oleh penjaga adalah tidak berdasar, setelah topik tersebut menjadi tren di platform media sosial Tiongkok.
Pusat penelitian tersebut mengatakan, bahwa Zhang Xin, yang menjadi sasaran tuduhan tersebut karena sebelumnya pernah menganiaya seekor panda bernama Hua Ni pada tahun 2014, terbukti tidak melakukan pelanggaran tersebut.
Zhang mulai bekerja di pusat penangkaran Ya'an sebagai penjaga panda raksasa pada tahun 2006.
Pada tahun 2014, seorang netizen anonim merilis video pengawasan seekor panda raksasa yang dipukuli oleh Zhang di pangkalan Ya'an Bifengxia.
Dalam video tersebut, anak panda bernama Hua Ni mencoba mendekati Zhang yang tidak mengenakan seragam, dan dia kemudian menampar telinga dan hidung panda tersebut.
Daftar nama resmi yang dirilis pada 23 Mei menunjukkan bahwa Zhang lulus penilaian kualifikasi profesional dan teknis tahun 2022, dan menerima gelar insinyur.
Pusat rehabilitasi tersebut mengatakan bahwa pada tahun 2014, Zhang pernah dihukum karena tidak mengenakan seragam dan tidak mengikuti pedoman perawatan hewan. Zhang diskors dari pekerjaannya dan kemudian dipindahkan dari pos pengembangbiakan, ke pos produksi pakan, yang segera diumumkan kepada publik.
Pusat Konservasi menambahkan, bahwa ia kemudian dipekerjakan kembali ke pekerjaan lamanya, setelah dia menunjukkan penyesalan atas perilakunya, dan juga karena keakrabannya dengan manajemen penangkaran panda raksasa.
Dari Agustus 2016 hingga Februari 2017, Zhang bekerja sebagai peneliti di Shanghai Wild Animal Park, dan tidak terlibat langsung dalam merawat panda Hua Sheng, yang mati pada tahun 2016.
Pusat tersebut juga membebaskan Zhang dari tuduhan, bahwa ia telah merokok di kebun binatang. (China Daily)